Mencari Penghuni Langit
Penjelasan tentang U.F.O, Alien, dan Crop Circles
A. U.F.O (Benda Terbang Aneh)
Benda Terbang Aneh (disingkat BETA; identik dengan makna dari istilah bahasa
Inggris: Unidentified Flying Object disingkat UFO) atau sering kali disebut sebagai benda
terbang tak dikenal adalah istilah yang digunakan untuk seluruh fenomena penampakan benda
terbang yang tidak bisa diidentikasikan oleh pengamat dan tetap tidak teridentifikasi walaupun
telah diselidiki.
Istilah BETA diperkenalkan oleh Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(Lapan) era 1960-an RJ Salatun untuk fenomena ini. Istilah lain yang digunakan adalah "piring
terbang" (bahasa Inggris: flying saucer) dan pertama kali digunakan wartawan untuk
menggambarkan benda terbang misterius yang dilihat oleh Kenneth Arnold, yaitu sembilan
obyek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, pegunungan Cascade,
Washington. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Juni 1947. Sejak saat itu, istilah “Piring
Terbang” memengaruhi imajinasi banyak orang.
Istilah lain yang juga sempat diperkenalkan adalah BETEBEDI (Benda Terbang Belum
Dikenal) yang dikemukakan oleh seorang akuntan publik dari Bandung yang bernama C.M.
Istilah UFO yang Populer
Penggunaan istilah "UFO" sebagai penampakan fenomena misterius pertama kali
disarankan pada tahun 1952 oleh Kapten Edward J. Ruppelt, pemimpin pertama Proyek Buku
Biru. Penggunaan istilah "Piring Terbang" tidak mencerminkan penampakan yang berbeda-beda.
Ruppelt mengatakan bahwa istilah "UFO" mesti dilafalkan seperti kata "you-foe" (kau musuh).
Bagaimana pun juga, istilah tersebut biasanya dilafalkan dengan menyebut hurufnya satu
persatu: "U. F. O.". Istilah asing ini dengan cepat diadaptasi oleh Angkatan Udara, yang juga
langsung menggunakan istilah "UFOB" sekitar tahun 1954.
Ruppelt menceritakan pengalamannya dengan Proyek Buku Biru dalam catatannya, "The
Report on Unidentified Flying Objects" (laporan mengenai objek terbang tak dikenal) (1956),
juga merupakan buku pertama yang menggunakan istilah UFO.
Beberapa catatan dari zaman kuno
* Sastra Hindu Kuno, Ramayana, menguraikan penggunaan mesin terbang rumit,
yang kemudian menjadi objek terhadap spekulasi tentang BETA.
*
Penulis Romawi, Iulius Obsequens, menulis bahwa pada tahun 99 SM, "di
Tarquinia menjelang matahari terbenam, objek bulat, seperti globe, perisai bundar atau bulat,
terbang di langit dari barat menuju timur".
*
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, Usayd bin Hudhayr melihat gumpalan awan
yang menyerupai payung yang mengagumkan, dan belum pernah terlihat olehnya sebelumnya.
Awan tersebut terlihat sangat indah dihiasi dengan benda berkedip-kedip seperti lampu
bergantungan, tergantung seperti lampu-lampu memenuhi ufuk dengan sinarnya yang terang.
Akhirnya awan tersebut terbang lebih tinggi kemudian menghilang. Keesokan harinya Usaid pun
menemui Muhammad dan menceritakan apa yang telah ia lihat semalam, kemudian Muhammad
pun berkata bahwa, itu adalah malaikat yang ingin mendengarkan Usayd membaca Al-Qur'an.
* Pada tanggal 24 September tahun 1235, Jendral Yoritsune dan pasukannya
mengamati bola aneh bercahaya yang terbang dengan pola tak beraturan di langit malam dekat
Kyoto, Jepang. Penasihat jendral menyuruhnya agar tidak usah khawatir – itu hanyalah angin
yang menyebabkan bintang kelihatan bergoyang.[7][8]
* Pada tanggal 14 April 1561, langit di atas Nuremberg, Jerman, dilaporkan bahwa
dipenuhi oleh banyak objek yang tampaknya sedang melakukan pertempuran di udara. Menurut
cerita, bola-bola kecil dan cakram-cakram muncul dari tabung besar.
Penampakan-penampakan tersebut biasanya dihubungkan sebagai gejala supernatural,
malaikat, dan simbol-simbol keagamaan lainnya. Beberapa penyelidik mempercayai
penampakan tersebut sebagai penampakan benda aneh di zaman kuno yang berhubungan dengan
laporan piring terbang di zaman modern.
Penampakan di zaman modern
Sebelum istilah "Piring Terbang" dan "BETA" dipilih, terdapat banyak laporan tentang
penampakan fenomena aneh di udara. Laporan-laporan di bawah ini terjadi pada pertengahan
abad XIX sampai awal abad XX.
* Pada bulan Juli 1868, penyelidik BETA mendokumentasikan penampakan piring
terbang yang yang terjadi di kota Copiapo, Chili.
* Pada tanggal 25 Januari 1878, Denison Daily News menulis bahwa petani lokal
yang bernama John Martin melaporkan penampakan objek terbang yang besar, gelap, dan bulat
menyerupai balon terbang "dengan kecepatan yang menakjubkan". Ia membandingkan ukuran
objek tersebut saat berada di atas kepalanya sebagai "piring yang besar".
* Insiden Fátima atau "Keajaiban dari Matahari", disaksikan oleh puluhan orang di
antara ribuan orang di Fátima, Portugal pada tanggal 13 Oktober 1917, dipercaya oleh beberapa
peneliti bahwa kejadian itu benar-benar merupakan peristiwa penampakan piring terbang.
* Dalam pihak Eropa maupun pihak Jepang selama Perang Dunia II, penampakan
"Pejuang musuh" (bola bercahaya dan terdapat bentuk lainnya yang mengikuti pesawat)
dilaporkan oleh kedua pihak dan pilot negara yang berseteru.
* Pada tangal 25 Februari 1942, tentara Amerika Serikat mendeteksi adanya
pesawat terbang tak dikenal yang diamati lewat pandangan mata dan pada radar di atas Los
Angeles, wilayah Kalifornia. Asal-usul pesawat tersebut tidak pernah diketahui. Insiden tersebut
kemudian dikenal sebagai "Pertempuran Los Angeles", atau "Peyerangan udara di pesisir barat".
Kesaksian Kenneth Arnold
Pada masa akhir Perang Dunia II, kemahsyuran BETA dimulai dengan laporan
penampakan benda terbang aneh oleh seorang pengusaha Amerika, Kenneth Arnold, pada
tanggal 24 Juni 1947 ketika mengendarai pesawat pribadinya di dekat Gunung Rainier,
Washington. Ia melaporkan penampakan sembilan objek terbang bersinar melintasi Gunung
Rainier menuju Gunung Adams dengan "kecepatan yang luar biasa".
Dia bercerita kepada seorang wartawan surat kabar bahwa benda itu bergerak dengan
kecepatan 1600km/jam. Arnold kemudian mengatakan bahwa mereka "terbang seperti piringan
jika dilemparkan melintasi air" dan ia juga mengatakan bahwa mereka "gepeng seperti kue pai",
"berbentuk seperti piring", dan "berbentuk seperti bulan sabit, lonjong di depan dan cembung di
belakang, ... mereka kelihatan seperti cakram pipih yang besar" (namun kemudian
penampakannya digambarkan berbentuk seperti sabit).
Laporan Arnold tersebut membuat masyarakat dan media masa tertarik sehingga
muncullah istilah "Piring Terbang" dan "Cakram Terbang". Setelah laporan Arnold menjadi
terkenal, beberapa minggu kemudian ratusan laporan penampakan yang berbeda bermunculan,
banyak yang berasal dari Amerika Serikat, namun dari negara lain juga cukup banyak.
Mungkin yang paling terkenal di antara laporan tersebut adalah laporan dari awak
pesawat United Airlines, yang melihat penampakan sembilan objek seperti cakram di atas Idaho
pada petang hari tanggal 4 Juli. Pada masa itu, penampakan tersebut lebih banyak
diperbincangkan daripada laporan Arnold dan membuat seolah-olah mempercayai apa yang
pernah dilaporkan oleh Arnold. Beberapa hari kemudian banyak surat kabar di Amerika yang
dipenuhi oleh berita terbaru tentang "piring terbang" atau "cakram terbang" pada halaman
depannya.
Insiden di Roswell
Pada tanggal 4 Juli 1947, fenomena piring terbang yang terkemuka terjadi di kota
Roswell, New Mexico, dan terkenal sebagai "Insiden Roswell". Sebuah serpihan yang dianggap
sebagai serpihan kapal ruang angkasa ditemukan di sebuah daerah peternakan setelah badai
menerjang.
Serpihan-serpihan tersebut dikumpulkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat tanpa
meninggalkan bekas. Grady Barnett dan tim arkeologinya menemukan BETA berbentuk cakram
yang jatuh beserta empat alien berupa manusia berkepala besar dan berwarna abu-abu.
Komandan di pangkalan Angkatan Udara Roswell mengatakan pada wartawan bahwa ada
cakram terbang yang ditemukan di tempat itu.
Dua konferensi pers diadakan pada tanggal 8 Juli dan menyatakan bahwa serpihan yang
menjadi penyebab masalah bukan berasal dari BETA, melainkan dari balon cuaca. Namun
menurut Roswell Daily Record, serpihan di Roswell berasal dari BETA yang jatuh, asal dari
empat alien yang tertangkap.
Dari kejadian ini digunakanlah istilah "UFO" pertama kalinya menggantikan penggunaan
istilah "Piring Terbang" pada tahun 1952 oleh Kapten Edward J. Ruppelt. Ruppelt menceritakan
pengalamannya dengan Proyek Buku Biru dalam catatannya, "The Report on Unidentified Flying
Objects" (laporan mengenai objek terbang tak dikenal) (1956), juga merupakan buku pertama
yang menggunakan istilah UFO.
Penampilan dalam budaya populer
BETA dan makhluk hidup yang menyertainya, yang biasa disebut makhluk asing
(“alien”) , atau mahluk planet lain ("Extra Terrestrial" atau E.T.), banyak diadaptasi ke dalam
film maupun layar televisi. E.T. adalah singkatan dari "Extra Terrestrial", yang artinya berasal
dari luar bumi. Karena ada teori yang mengatakan bahwa makhluk yang datang dengan BETA
bisa saja berasal dari bumi (dari dalam bumi atau dasar laut), maka penggunaan istilah mahluk
aneh (alien) lebih sering digunakan daripada mahluk asing (E.T.).
Jajak pendapat
Beberapa jajak pendapat diselenggarakan untuk mengetahui pemikiran masyarakat
tentang BETA:
* Pada jajak pendapat tahun 2006, 24,6% warga Amerika setuju (atau sangat setuju)
bahwa BETA mungkin merupakan pesawat ruang angkasa dari dunia lain.
* Pada tahun 2000, suatu jajak pendapat bersama sejumlah media mengungkapkan
bahwa lebih banyak orang muda di Inggris saat ini yang percaya hantu dan makhluk angkasa luar
ketimbang percaya pada Tuhan. Polling terhadap 1.000 orang muda menunjukkan bahwa sekitar
67% dari mereka yang berusia 15-24 tahun percaya akan hantu dan 61% lagi kepada makhluk
angkasa luar atau BETA. Sebanyak 22% dari yang percaya piring terbang, yakin sepenuhnya,
39% masih setengah-setengah.
Fenomena yang terkait dengan BETA
Beberapa fenomena di angkasa maupun di darat, seperti misalnya cahaya misterius,
penculikan oleh alien, lingkaran tanaman, dan lain-lain yang masih misterius sering dikaitkan
dengan piring terbang, karena sebagian orang menganggapnya bukan berasal dari bumi atau
bukan disebabkan oleh manusia.
Cahaya misterius di langit
BETA tidak hanya berupa pesawat, namun juga cahaya misterius di langit. Fenomena
yang menyangkut cahaya misterius di langit sudah tercatat semenjak zaman dulu kala. Beberapa
* Ditemukan sebuah catatan mengenai penampakan cahaya misterius pada masa
pemerintahan Firaun Thutmosis III (1450 SM) di Mesir. Dalam sebuah lembar papirus yang
ditemukan oleh Alberto Siliotti, tercatat bahwa Firaun pernah melihat "lingkaran-lingkaran api"
di langit.
* Pada tanggal 24 September tahun 1235, Jendral Yoritsune dan pasukannya
mengamati benda terbang aneh berbentuk bulat dan bercahaya dengan pola tak berarturan di
langit malam dekat Kyoto, Jepang.
* Selama masa Perang Dunia II, pihak Eropa dan Jepang melaporkan penampakan
bola misterius yang bercahaya dan mengikuti pesawat mereka. Cahaya misterius itu disebut
"Pejuang musuh" (Foo Fighter).
* Tahun 1951, di Lubbock, Texas, muncul cahaya misterius di langit malam
membentuk formasi huruf V. Kecepatannya sekitar 650 km/jam. Namun petugas setempat
mengatakan bahwa itu semua hanyalah angsa terbang yang diterangi lampu jalanan atau pesawat
pembom uji coba yang sedang diuji di tempat itu.
* Selama tahun 1981-1985, para ilmuwan Norwegia menyelidiki cahaya yang
tampak di atas Hessdalen. Cahaya itu tampak berpindah dan mengikuti gerakan mata pengamat.
Namun para ahli kemudian menyimpulkan bahwa cahaya itu adalah fenomena alam.
Penculikan oleh mahluk asing
Ilustrasi seniman yang menggambarkan adegan diculiknya Travis Walton oleh benda
terbang tak dikenal yang menyorotkan cahaya.
Fenomena tentang penculikan oleh makhluk asing banyak muncul dalam buku-buku,
literatur, dan film dokumenter yang kebenarannya tidak dapat dipastikan.
Beberapa orang pernah mengatakan bahwa dirinya pernah diculik oleh makhluk asing.
Kesaksian tentang penculikan oleh makhluk asing ini biasanya diawali dengan penampakan
BETA dan makhluk asing yang menyertainya. Banyak korban penculikan yang mengatakan
bahwa dirinya diajak masuk ke dalam sebuah pesawat asing, dan setelah di sana tubuh mereka
diteliti.
Setelah beberapa jam (kadangkala beberapa hari), korban muncul kembali di suatu
tempat dengan ingatan yang samar-samar. Umumnya orang yang diculik makhluk asing
mengalami depresi, hilang ingatan, insomnia, dan luka atau memar yang tidak diingat
penyebabnya.
Penculikan biasanya terjadi di malam hari ketika korban tidur. Para ahli psikoterapi yang
menangani kasus penculikan oleh mahluk asing sering meyimpulkan bahwa fenomena tersebut
merupakan pekerjaan "makhluk gaib" atau "mahluk spiritual" (Bahasa Inggris: spiritual beings).
Salah satu kisah penculikan terkenal adalah kisah penculikan Travis Walton. Travis
adalah seorang penebang kayu di daerah Arizona. Ia mengaku diculik oleh benda asing tak
dikenal. Benda tersebut terbang di angkasa dan melumpuhkannya dengan menyorotkan cahaya.
Setelah mengalami pengalaman aneh itu, Walton menulis sebuah buku berjudul The Walton
Experience (Pengalaman Walton). Buku tersebut diangkat menjadi sebuah film dengan judul
Fire in the Sky.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa korban penculikan diajak ke dimensi yang
berbeda dengan dimensi manusia, karena dalam suatu kasus penculikan korban merasa diculik
pada jam 09.00 dan dikembalikan pukul 09.00 pula, padahal ia merasa diculik berjam-jam.
Menurut peneliti BETA, ini adalah kemungkinan pemindahan dimensi, di mana waktu dalam
dimensi lain berbeda dengan waktu dalam dimensi manusia.
Mutilasi ternak
Terdapat ratusan laporan mengenai kasus mutilasi yang menyerang hewan ternak, seperi
misalnya sapi dan kuda. Dalam suatu kasus, hewan ternak yang dimutilasi organ dalamnya
menghilang dan kepalanya dikuliti dengan sekali cukuran.
Yang lebih aneh yaitu tidak ada bekas darah di tanah dan terdapat tanda-tanda
pembuangan gas di sekeliling tubuh korban. Kasus yang sama juga diterima dari seluruh dunia.
Beberapa orang menganggap bahwa peristiwa itu adalah perbuatan para pemuja setan.
Ada yang berpendapat bahwa itu semua dilakukan oleh mahluk asing dari BETA yang ingin
meneliti organ dalam binatang.
Sebuah pola lingkaran tanaman di tengah ladang.
Di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, banyak ditemui fenomena lingkaran
tanaman (Bahasa Inggris: crop circle). Fenomena lingkaran tanaman adalah munculnya pola-
pola aneh, seperti misalnya lingkaran, simbol-simbol, dan pola-pola geometri di ladang
pertanian.
Fenomena ini biasanya terjadi di ladang pertanian saat musim panas. BETA sering
dihubungkan dengan kemunculan fenomena tersebut karena ada yang mengganggap bahwa
fenomena tersebut disebabkan oleh pesawat ruang angkasa yang mendarat.
Segitiga Bermuda
Segitiga Bermuda adalah salah satu lokasi misterius di muka bumi. Banyak pesawat
terbang maupun kapal laut yang dilaporkan hilang di daerah Segitiga Bermuda. Banyak teori
yang dilontarkan untuk menjelaskan peristiwa kehilangan di sekitar kawasan Segitiga Bermuda,
dan salah satu teori menyatakan bahwa adanya dimensi lain dan pangkalan BETA di area
Segitiga Bermuda.
Penerbangan 19 yang lenyap di daerah Segitiga Bermuda menyatakan bahwa mereka
melihat cahaya-cahaya aneh, tepat sebelum mereka menghilang. Cahaya-cahaya aneh tersebut
dianggap sebagai efek visual yang aneh, atau bahkan pesawat BETA.
Jenis-jenis penampakan BETA
Beberapa peneliti BETA mengklasifikasikan piring terbang berdasarkan penampakan
bentuk dari objek yang dilaporkan maupun yang terekam. Kategori berdasarkan ciri-cirinya
meliputi:
* Piring, topi, atau "pesawat" berbentuk cakram tanpa dorongan yang terlihat atau
terdengar (siang dan malam)
* Cahaya yang bergerak cepat atau cahaya yang mampu berpindah tempat dengan
cepat
* "Pesawat" segitiga raksasa atau pola cahaya berbentuk segitiga
*
"Pesawat" berbentuk cerutu dengan jendela bercahaya (bola meteor kadangkala
dilaporkan dengan ciri-ciri ini, namun sebenarnya merupakan fenomena yang sangat berbeda)
* Lainnya: segitiga sama sisi, bulatan (biasanya dilaporkan bercahaya, menyala-
nyala di saat malam), kubah, intan, benda-benda hitam tak berbentuk, telur, dan tabung.
Beberapa macam bentuk BETA
Rekaan
BETA berbentuk
segitiga dengan pola
cahaya berbentuk
segitiga.
BETA berbentuk
bulatan bercahaya
(tampak 3 cahaya
sedang mengikuti
pesawat).
BETA berbentuk sabit,
seperti yang
digambarkan oleh
Kenneth Arnold.
Penampakan
BETA berbentuk
cerutu yang terbang di
atas New Hampshire.
BETA berbentuk
seperti meteor, disebut
Ghost Rocket (Roket
Hantu). Gambar
diambil di Swedia.
Sebuah awan yang berbentuk lensa, mirip dengan sebuah pesawat BETA dalam gambaran
umum.
Penelitian dan teori
Banyak teori beredar mengenai asal usul BETA, salah satunya yang paling populer
berpendapat bahwa mereka ini sebenarnya adalah pesawat luar angkasa dari planet lain yang
mengunjungi bumi. Namun demikian, teori ini sendiri belum didukung dengan bukti yang kuat
sehingga kedudukannya masih lemah.
Salah satu sebabnya karena ilmu yang menyelidiki mengenai BETA, Ufologi, masih
cenderung dianggap sebagai pseudo science (ilmu palsu) akibat sulitnya mendapatkan bukti-
bukti atau data-data ilmiah yang bisa dikembangkan menjadi teori ilmiah.
Dari hasil penelitian para ilmuwan dan kalangan militer, diketahui sekitar 90% hingga
95% laporan penampakan BETA adalah kesalahan identifikasi, fenomena alam, atau tipuan yang
sengaja dibuat, sedangkan 5% sisanya tetap menjadi misteri yang tidak bisa dijelaskan dengan
ilmu pengetahuan modern walaupun data yang dikumpulkan cukup lengkap.
Banyak BETA yang dilaporkan sebenarnya merupakan sebuah planet, bintang, atau
meteor yang cemerlang. Orang-orang juga telah melaporkan pesawat terbang, peluru kendali,
satelit, burung, segerombolan serangga, dan balon cuaca sebagai BETA. Kondisi cuaca yang
tidak biasa dapat juga menciptakan ilusi optik yang diyakini sebagai BETA.
Para penyelidik BETA dapat menjelaskan sebagian besar fenomena BETA, namun hanya
sebagian kecil yang tidak diketahui.
Banyak peneliti yang mencoba menanggapi fenomena BETA dan memberi penjelasan
yang masuk akal. Ilmuwan Kanada menemukan hubungan antara fenomena BETA dengan
gempa bumi. Menurutnya, tekanan pada batuan sebelum gempa bumi dapat menghasilkan medan
listrik kuat dan cahaya aneh.
Hasil penelitian Angkatan Udara AS menyatakan bahwa fenomena penampakan BETA
sebagian besar merupakan fenomena alam, termasuk penampakan meteor, gejala autokinesis,
gangguan emosional, dan sebagainya.
Meskipun jawaban yang masuk akal terhadap fenomena misterius telah dilontarkan,
namun peristiwa seperti jatuhnya BETA di Roswell masih merupakan misteri. Fakta dari
kejadian itu ditutup-tutupi oleh pemerintah Amerika Serikat sehingga munculah "Teori
Konspirasi" dan masyarakat menganggap bahwa pemerintah AS menyimpan dan mempelajari
BETA yang mengalami kecelakaan di Roswell, di sebuah tempat rahasia di Nevada yang disebut
Area 51.
Makhluk gaib dan Jin
Menurut Thomas E. Bullard yang menulis UFO Abduction Reports: The Supernatural
Kidnap Narrative Returns in Technological Guise, kepercayaan bahwa BETA berasal dari
dimensi lain sama halnya dengan kepercayaan bahwa terdapat jin dan makhluk halus di dimensi
yang berbeda.
Gejala psikologi
Penyelidikan tentang BETA telah memberikan penemuan berharga tentang fenomena di
atmosfer dan psikologi. Dalam ilmu psikologi, penyelidikan terhadap penampakan BETA telah
menyatakan informasi tentang salah penafsiran, ilusi penglihatan, halusinasi, dan kepribadian
yang cenderung suka mengkhayal, yang mungkin menjadi penjelasan mengapa beberapa orang
mau mempercayai pembual seperti misalnya George Adamski. Banyak yang mempertanyakan
kebenaran tentang hipnotis dalam kasus penculikan oleh BETA.
Psikolog yang terkenal, Carl Gustav Jung, menyatakan bahwa BETA hanyalah isapan
jempol belaka. Menurutnya, BETA adalah proyeksi dari alam bawah sadar manusia. Bentuk
lingkaran BETA yang tetap adalah gambaran bawah sadar yang kuat. Carl G.
Jung menyimpulkan bahwa ketertarikan terhadap BETA adalah hal yang alamiah dan
merupakan fungsi psikologis manusia yang tidak dapat dielakkan.
Teori konspirasi
BETA merupakan salah satu unsur teori konspirasi pemerintah AS yang dianggap oleh
masyarakat bahwa mereka menutupi keberadaan alien dan BETA, atau bahkan dikatakan bahwa
pemerintah bekerja sama dengan mereka. Terdapat pula pemusnahan atau penyitaan barang bukti
yang menampilkan BETA ke khalayak ramai.
Beberapa saksi mata yang melihat BETA mengatakan bahwa dirinya pernah didatangi
oleh agen pemerintah, yang menyamar dan mengaku sebagai anggota FBI, atau berpakaian serba
hitam, sehingga sering disebut Men in Black. Mereka datang hanya untuk meyakinkan seorang
saksi BETA agar tidak mempublikasikan hasil bukti penampakan BETA yang mereka dapatkan.
Tindakan tersebut terkesan seolah-olah menutupi segala barang bukti yang berkaitan dengan
BETA.
* Pada tanggal 4 Juli 1947, di Roswell, New Mexico, sebuah BETA dilaporkan
jatuh. Konon di dalamnya terdapat empat alien (2 mati, 1 lari kemudian mati ditembak, 1 sekarat
kemudian mati). Angkatan Udara AS kemudian mengautopsi keempat tubuh alien tersebut dan
mengumpulkan serpihan-serpihan BETA yang meledak tanpa meninggalkan bekas.
Peristiwa tersebut ditutup-tutupi dan pemerintah AS mengatakan bahwa balon percobaan
AS yang bernama Skyhook meledak. Pemerintah AS juga mengatakan mereka tidak memiliki
serpihan BETA dan mayat alien. Pernyataan tersebut tidak membuat masyarakat umum percaya
begitu saja sehingga lahirlah "teori konpirasi".
* Pada tanggal 7 Juli 1947, William Rhodes mengambil foto yang menampilkan
benda asing terbang di atas Phoenix, Arizona. Foto-foto tersebut kemudian muncul dalam surat
kabar di Phoenix dan beberapa koran lainnya.
Menurut dokumen dari Proyek Buku Biru, agen CIC dan agen FBI mewawancarai
Rhodes pada tanggal 29 Agustus dan meyakinkannya untuk menyerahkan negatif film (yang
menampilkan objek asing). Agen CIC dengan sengaja menyembunyikan identitas aslinya,
meninggalkan Rhodes untuk meyakinkannya bahwa kedua orang tersebut adalah agen FBI.
Rhodes mengatakan bahwa ia menginginkan negatif filmnya kembali, namun ketika ia
mencari mereka ke kantor FBI di kemudian hari, ia diberitahu bahwa ia tidak akan mendapatkan
barangnya kembali, walaupun Rhodes kemudian mencoba lagi namun tidak berhasil.
* Pada tahun 1950 di Montana, Nicholas Mariana merekam gambar beberapa objek
asing di udara dan menyerahkan film tersebut kepada Angkatan Udara Amerika Serikat, namun
bagian terpenting dari film tersebut yang menampilkan benda aneh seperti cakram berputar,
dihilangkan saat dikembalikan kepadanya.
Di antara banyaknya saksi mata yang mengaku pernah melihat BETA, beberapa di
antaranya diketahui merupakan seorang pembual. Mereka membuat bualan tentang penampakan
dan laporan mengenai BETA. Dan kadangkala sebelum kebohongan mereka terungkap, para
pembual dan kisah mereka cukup populer.
* Mungkin yang terkenal adalah bualan Ed Walters tahun 1987, dibuat di Gulf
Breeze, Florida. Pertama Walters melihat BETA kecil di dekat rumahnya, kemudian ia melihat
BETA yang sama untuk kedua kalinya dan alien kecil yang berdiri di pintu belakang rumahnya
setelah anjingnya menggonggong. Beberapa gambar pesawat BETA diambil, namun tidak ada
gambar makhluknya.
Tiga tahun kemudian tepatnya tahun 1990, setelah keluarga Walters pindah, penghuni
baru menemukan sebuah model BETA tersembunyi di loteng dan tak dapat dipungkiri lagi
bahwa bentuknya mirip dengan BETA yang muncul dalam foto yang diambil Walters.
* Saksi seperti misalnya George Adamski, menyatakan bahwa dirinya terbang
bersama BETA. Kini kisahnya dianggap bualan.
* Bob White (pemburu BETA) memiliki artifak BETA.
* Billy Meier, beberapa hasil pemotretannya dianggap tipuan belaka.
*Insiden Pulau Maury.
B. Alien (Kehidupan Ekstraterestrial)
Kehidupan ekstraterestrial didefinisikan sebagai kehidupan yang tidak berasal dari
planet bumi. Keberadaan kehidupan di luar planet ini masih sebatas teori dan perkiraan-perkiraan
mengenai kehidupan tersebut masih terus dicetuskan. Stephen Hawking dan Carl Sagan
berpendapat bahwa tidak mungkin kehidupan hanya ada di bumi saja.
Europa, bulan planet Jupiter. Diduga di bawah lapisan esnya yang tebal terdapat lautan, yang
mungkin menjadi habitat bagi makhluk mikroba.
Hipotesis-hipotesis mengenai asal muasal kehidupan ekstraterestrial, jika ada, adalah
sebagai berikut: ada yang mengusulkan bahwa kehidupan mungkin muncul secara mandiri dari
berbagai tempat di alam semesta. Hipotesis alternatif adalah panspermia, yang menyatakan
bahwa kehidupan muncul dari satu lokasi, kemudian menyebar antara planet-planet berpenghuni.
Kedua hipotesis ini tidak saling eksklusif. Studi dan teori dari kehidupan ekstraterestrial dikenal
Gagasan mengenai tempat tinggal kehidupan ekstraterestrial terus berkembang, seperti di
Venus dan Mars; bulan-bulan Yupiter dan Saturnus seperti Europa, Enceladus dan Titan; dan
planet luar surya seperti Gliese 581 c dan d yang dikatakan berada di zona layak huni.
Kepercayaan bahwa benda terbang aneh (BETA) berasal dari kehidupan ekstraterestrial
dan klaim penculikan oleh alien dianggap palsu oleh para ilmuwan. Kebanyakan penampakan
BETA merupakan pesawat buatan bumi, objek astronomik atau hanya berupa hoax, namun
beberapa penampakan tidak dapat dijelaskan.
Usaha pencarian
Ilmuwan berusaha mencari bukti kehidupan uniselular di Tata Surya dengan melakukan
penelitian terhadap permukaan planet Mars dan batu meteor yang jatuh ke bumi. Sebuah misi ke
Europa, salah satu bulan Yupiter yang diduga memiliki air dibawah permukaannya, juga
digagaskan.
Terdapat bukti terbatas bahwa kehidupan mikrobial mungkin ada di Mars. Eksperimen
pada program Viking melaporkan adanya proses emisi gas dari lapisan tanah panas Mars yang
diduga sebagai bukti kehadiran mikroba, namun tidak ada bukti kuat mengenai hipotesis
tersebut. Pada tahun 1996, suatu struktur yang menyerupai nanobakteria dilaporkan ditemukan di
meteor ALH84001. Laporan ini kontroversial, dan perdebatan terus berlanjut.
Pada Februari 2005, ilmuwan NASA melaporkan bahwa mereka menemukan bukti kuat
adanya kehidupan di Mars. Ilmuwan Carol Stoker dan Larry Lemke mengklaim bahwa tanda
metana yang ditemukan di atmosfer Mars menyerupai proses produksi metana oleh kehidupan
primitif di Bumi. NASA menolak klaim kedua ilmuwan tersebut.
Pada tahun 2010, dari data satelit Cassini, para ahli NASA menemukan bukti penting
yang menunjukkan adanya kehidupan alien primitif di Titan, bulan dari Saturnus. Ahli-ahli
tersebut menyimpulkan dalam dua makalah. Pada makalah pertama, dalam jurnal Icarus,
dinyatakan bahwa hidrogen yang mengalir di atmosfer planet menghilang di permukaan, yang
menunjukkan bahwa alien mungkin bernapas. Pada makalah kedua, dalam Journal of
Geophysical Research, disimpulkan bahwa terjadi kekurangan bahan kimia di permukaan. Zat-
zat tersebut mungkin dikonsumsi oleh suatu kehidupan. Chris McKay, astrobiolog di Pusat
Penelitian NASA, menyatakan bahwa proses konsumsi hidrogen ini mirip dengan proses
manusia mengonsumsi oksigen di bumi.
Terdapat gagasan bahwa alien mungkin mengeluarkan sinyal ke angkasa. Gagasan ini
tidak pasti, namun proyek-proyek seperti SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) dibuat
untuk mencari sinyal radio dari kehidupan ekstraterestrial.
Astronom juga mencari planet luar surya yang dapat dihuni seperti bumi. Planet-planet
yang diduga dapat dihuni adalah Gliese 581 c, Gliese 581 d dan OGLE-2005-BLG-390Lb.
Teknologi yang ada tidak cukup untuk mempelajari planet-planet luar surya tersebut.
Kemungkinan pengaruh terhadap bumi
Fisikawan Stephen Hawking memperingatkan agar manusia tidak berusaha berhubungan
dengan alien. Ia memperingatkan bahwa alien mungkin akan merampas sumber daya alam bumi.
Hawking menganalogikan "jika alien datang mengunjungi kita, apa yang terjadi akan sama
dengan ketika Colombus mendarat di benua Amerika, yang tidak berakhir baik bagi penduduk
asli Amerika."
C. Lingkaran tanaman (Crop Circles)
Lingkaran tanaman (dari bahasa Inggris: Crop circles) adalah suatu pola teratur yang
terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam.
Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola
lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola-pola tersebut kini cenderung bertambah
rumit dan tidak terbatas hanya pada hanya bentuk lingkaran. Namun karena mengacu pada asal-
usulnya, maka istilah lingkaran tanaman ini masih dipertahankan.
Mereka yang mempelajari fenomena lingkaran tanaman ini sering disebut juga dengan
istilah "cerealogis", dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan cereolog. Para
Cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu agriglif.
Fenomena "lingkaran tanaman" seringkali dikait-kaitkan dengan isu Benda Terbang
Aneh (BETA) atau UFO, atau juga makhluk luar angkasa.
Fenomena di Indonesia
Pada hari Minggu tanggal 23 Januari 2011 pukul 17.00 WIB, pihak Kepolisian Republik
Indonesia di sektor Berbah, Yogyakarta mengonfirmasi munculnya lambang misterius
berdiameter 60 meter yang dicurigai terkait dengan isu BETA atau makhluk luar angkasa yang
dikenal dengan sebutan lingkaran tanaman atau crop circle di daerah persawahan di Gunung
Suru, Jogotirto, Berbah, di Sleman. Pihak kepolisian yang menyelidiki menduga bahwa
lingkaran tanaman tersebut dibuat pada hari Sabtu malam sebelumnya, dan telah mengabadikan
foto langka tersebut sebagai dokumentasi. Lingkaran tanaman di ladang tersebut diyakini
sebagai kejadian fenomena lingkaran tanaman yang pertama di Indonesia dan kemudian ramai
disaksikan para warga sekitar tempat kejadian tersebut. Para warga sekitar meyakini lambang
tersebut adalah simbol pendaratan pesawat BETA dari planet lain. Selain kesaksian tentang
pesawat makhluk asing, terdapat berbagai kesaksian dari warga sekitar tentang penyebab
fenomena tersebut, seperti SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) milik PLN, maupun
sebuah angin puting beliung terlihat naik turun di ladang tersebut dan membentuk lambang
misterius tersebut.
Peristiwa munculnya lingkaran tanaman di Berbah tersebut kemudian diikuti beberapa
fenomena serupa, masih di sekitar daerah Yogyakarta, yang kedua dikonfirmasi adalah di Dusun
Wanujoyo, Srimartani, Bantul, Bantul tanggal 25 Januari 2011, dan di Dusun Kumbangan, Desa
Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Magelang tanggal 30 Januari 2011. Pola kedua lingkaran
tanaman yang selanjutnya tersebut dikonfirmasi tidak serumit maupun sebesar pendahulunya di
Berbah.
Setelah munculnya lingkaran tanaman pertama di Sleman, seorang mahasiswa
Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta mengaku bahwa dia dan enam temannya dari
Fakultas MIPA dan Ilmu Pertanian UGM adalah pelaku pembuat lingkaran tanaman di Sleman.
Pengakuan tersebut muncul lewat situs studentmagz.com pada tanggal 25 Januari 2011.
Pengakuan tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak kepolisian Yogyakarta.
Tanggapan ilmuwan
Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas
Djamaluddin, mengatakan bahwa lingkaran tanaman tidak disebabkan UFO, melainkan buatan
manusia. Menurut Thomas, Fenomena yang sama di banyak negara lain membuktikan bahwa
lingkaran tanaman adalah rekayasa buatan yang tujuannya dapat sebagai karya seni, komersial,
maupun hanya lelucon kreatif. Meski pola yang digambarkan lingkaran tanaman terkadang
terlihat rumit dan susah, banyak orang yang membuat lingkaran tanaman di berbagai negara-
negara lain.
Para peneliti LAPAN sendiri mengkonfirmasi bahwa LAPAN tetap tidak akan mengirim
tim untuk menyelidiki fenomena lingkaran tanaman yang terjadi di Sleman maupun daerah
lainnya karena pasti bahwa lingkaran tanaman tersebut adalah buatan manusia dan bukan
fenomena antariksa.
Catatan Arkeologi dan Legenda U.F.O, Alien dan
Crop Circles
A. Bukti Arkeologis, Keberadaan Penghuni Langit di Bumi
Di kota Tiahuanacu Bolivia, terdapat peninggalan arkeologis, yang dikenal dengan
nama “The Gate of The Sun” (Gerbang Matahari).
Gerbang Matahari, yang usianya diperkirakan telah berumur 15.000 tahun, terdapat
gambar-gambar aneh, seperti berbentuk motor, pesawat jet dan alat-alat mekanis yang
rumit, serta ditemukan Penanggalan Langka Planet Venus (Sumber : Buku “Makhluk-
Makhluk yang Turun dari Langit“, karangan Anis Mansour).
Penemuan benda-benda arkeologis, yang berhubungan dengan keberadaan teknologi
antariksa, ternyata bukan hanya ditemukan di Bolivia.
Di berbagai tempat di dunia, kita masih bisa menyaksikan, jejak-jejak “astronot kuno”
yang sangat mengagumkan (sumber : Mencari Penghuni Langit (Grup Facebook)).
Keberadaan Peninggalan Arkeologis ini, setidaknya menjadi bukti bahwa di Bumi di
masa ribuan tahun yang silam, pernah mengenal teknologi antariksa.
Darimana munculnya teknologi antariksa ini ?
Ada dua jawaban, pertama berasal dari Kebudayaan Manusia di masa lalu, dan yang
kedua bersumber dari Teknologi Para Penghuni Langit (baca juga : Misteri Piramid Giza,
Teori Alien dan Banjir Nabi Nuh).
Beberapa dalil tentang keberadaan Para Penghuni Langit
Hadis (1) : Penghuni Langit dibedakan dengan Malaikat
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya, serta para
penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang ada di dalam lubangnya dan juga ikan, akan
mendo.akan orang yang mengajarkan kebaikan kepada ummat manusia”.
(At-Tirmidzi, Kitab “al-.Ilm”, Bab “Maa Jaa-a fii Fadhlil Fiqhi „alal „Ibaadah” (V/50, no. 2685).
Dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahiih Sunanut Tirmidzi (II/343). Lihat pula kitab
Misykaatul Mashaahiih dengan tahqiq al-Albani (I/74, no. 213).
Pada Hadis di atas, Rasulullah membedakan antara Malaikat dengan Penghuni Langit.
Hadis (2) : Berita tentang Ya’juj dan Ma’juj
“Kemudian mereka berjalan dan berakhir di gunung Khumar, yaitu salah satu gunung di
Baitul Maqdis. Kemudian mereka berkata: “kita telah membantai penduduk bumi, mari kita
membantai penduduk langit.” Maka mereka melemparkan panah-panah dan tombak-tombak
mereka ke langit. Maka ALLAAH SWT kembalikan panah dan tombak-tombak mereka dalam
keadaan berlumuran darah.” (HR. Muslim dalam kitab Al-Fitan wa Asyrathus Sa.ah)
Note : Penduduk Langit pada Hadis di atas tentu bukan Malaikat, karena Malaikat
makhluk gaib, bagaimana mereka bisa berlumuran darah?
Hadis (3) : Pendapat Ibnu Abbas r.a.
Abu Dhahi meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas ra membaca ayat, “Allah yg menciptakan
tujuh langit dan dari bumi juga serupa,” lalu berkata, “ada tujuh bumi dan di setiap bumi terdapat
nabi-nabi seperti nabi-nabi kalian. Ada Adam seperti nabi Adam, ada Nuh seperti nabi Nuh, ada
Ibrahim seperti nabi Ibrahim, dan ada Isa seperti nabi Isa.”
Note : Imam Suyuthi ketika ditanya tentang hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari
Abi adh Dhuha dari Ibnu Abbas tentang,”Di setiap bumi terdapat Adam seperti Adam kalian,
Nuh seperti Nuh kalian, Ibrahim seperti Ibrahim kalian, Isa seperti Isa kalian dan seorang Nabi
seperti Nabi kalian.” Maka beliau (Suyuthi) menjawab bahwa hadits itu diriwayatkan oleh
Hakim didalam “al Mustadrak” dan dia (Hakim) mengatakan bahwa hadits itu memiliki sanad
yang Shahih…
B. U.F.O. ditemukan pada zaman India Kuno
Banyak para penyelidik UFO ingin mengetahui suatu fakta penting. Ketika UFO disebut
sebagai kendaraan milik makhluk asing, atau mungkin asalnya dari tentera kerajaan, muncul satu
lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis
Kuno.
Apa yang kita ketahui tentang pesawat terbang orang India kuno datangnya daripada
sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks yang datangnya dari turun-temurun.
Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan teks ini adalah sah dan asli
melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama.
Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi “Sembilan Lelaki Misterius”
yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis
sumber-sumber sains.
Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa bahwa
penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru
yang akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh
Ashoka sendiri.
“Sembilan lelaki misteri” telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara
satu sama lain.
Buku bertajuk “Rahasia Rahasia Gravitasi” amat dikenali di kalangan sejarawan tetapi
tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi.
Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet,
atau di mana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara).
Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah dokumen
sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk
diterjemahkan.
Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung
petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa!
Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu
sistem analog yaitu “laghima”, satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern.
Menurut ahli Yoga Hindu, “laghima” ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan
untuk terbang.
Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai “Astras”,
dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia
ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia
beribu-ribu tahun.
Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia “antima” (cara-cara untuk
menjadi menghilang) dan “gerima” (bagaimana untuk menjadi seberat gunung).
Pada mulanya para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip
tersebut tetapi kemudian mereka menyedari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila
negara China mengumumkan bahawa mereka akan memasukkan bagian tertentu dari data
manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka!
Ini adalah salah satu contoh pertama kerajaan untuk mengaku membuat kajian tentang
anti-gravitasi.
Walaupun manuskrip tersebut memaparkan secara jelas tentang rancangan penjelajahan
antar planet dan penjelajahan ke bulan tapi tidak dijelaskan apakah semua perjalananan angkasa
itu benar-benar dilakukan.
Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu Ramayana, mempunyai satu
cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (atau “Astra”).
Malah epik Ramayana menceritakan dengan terperinci maklumat satu pertempuran di
atas bulan dengan sebuah pesawat “Asvin” (atau Atlantean).
Ini adalah suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi kapal angkasa telah
digunakan oleh masyarakat kuno India.
Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau kembali ke masa
lampau, ke Kerajaan Rama di India Utara dan Pakistan yang terbentuk pada masa sekitar 15.000
tahun silam.
Pada masa itu disebutkan bahwa telah muncul kota-kota canggih yang segala sesuatunya
teratur secara sistematis mulai dari penataan lanscape sampai saluran air.
Ingat bagaimana kisah Nabi Sulaiman yang menawan Ratu Balqis ? Bagaimana bentuk
istananya, sehingga digambarkan apabila kita berjalan di atas lantai istana itu, seolah-olah kita
berjalan di atas permukaan air !
Mungkin ini ada kaitannya. Sedangkan di dalam Al-Quran ada disebutkan tentang
mukjizat Nabi Sulaiman yang bisa mengendarai angin. Ini mungkin berkaitan erat dengan
teknologi yang berkembang pada jaman itu.
Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan utara dan India
barat. Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua Atlantis.
Tujuh buah kota besar yang teragung dalam Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama
“Tujuh Kota-Kota Rishi” dalam teks klasik Hindu.
Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat ketika itu mempunyai mesin terbang
yang dipanggil sebagai “Vimanas!”
Epiks India kuno telah menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat yang
mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan dengan terdapatnya lubang pada bahagian bawah
pesawat dan menara pada bagian atasnya.
Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita mungkin akan mengaitkannya dengan piring
terbang alias UFO.
Vimana dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin dan
mengeluarkan bunyi bermelodi.
Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis bagi pesawat Vimana; sebagian berbentuk piring
dan yang lain berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk kerucut).
Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis tentang manual
penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar manuskripnya masih dicari-cari para
ilmuwan.
Sedangkan bgaian manuskrip yang ditemukan malah telah diterjemahkan ke dalam
Bahasa Inggris. Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah yang berkaitan dengan
keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan sebuah Vimana.
Terdapat 230 puisi berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh seribu batu,
pendaratan secara normal, kecemasan, dan kisah penerbangan di antara burung-burung!
Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama
ditulis oleh ilmuwan Bhara Dewaji yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama sebagai
sumbernya.
Kitab itu ditemui di dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-
keterangan yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-langkah penyelamatan,
penerbangan jauh, dan perlindungan terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan petir.
Kita itu menjelaskan bagaimana cara menyerap energi matahari. Vaimanika Sastra (atau
Vymaanika-Shaastra) mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa yang menjelaskan
tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur.
Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kenderaan ini dan 16 bahan
mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang
sesuai untuk menggerakkan Vimana.
Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan bisa didapat dengan
mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja.
Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En.
G.R. Josyer, Mysore, India, 1979. En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi Tehnik
Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.
Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi “anti-
gravitasi”. Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di
langit seperti sebuah helikopter moden.
Bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10
orang pakar penerbangan udara yang terlibat.
Sumber energi ini sekarang telah hilang. Vimana telah disimpan di sebuah Vimana griha,
seperti penyangkut, dan dikatakan kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan
kadangkala dengan sejenis bahan merkuri.
Cat putih kekuningan kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin Vimana
mempunyai hitungan sumber energi yang berlainan termasuk mesin penggerak dan malah mesin
jet saraf.
Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak Nazi juga telah membuat mesin jet saraf
praktikal pertama bagi roket V.8 mereka.
Kakitangan Hitler dan Nazi juga dikatakan berminat dengan India kuno dan Tibet
sehingga pada awal tahun 30- an telah membawa satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap
tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat dan tidak mustahil jika dikatakan pihak Nazi
mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber kuno ini.
Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks Mahabarata dan
Ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur dan mempunyai
kecepatan yang hebat seperti angin kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri.
Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti
yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu Samaranganasutradhara telah
menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk.
Pada jaman tersebut telah dikenal pemakaian bahan merkuri sebagai bahan bakar
Vimana, melihat gambaran yang dijelaskan oleh buku itu.
Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan catatan berupa panduan
mengemudikan kendaraan yang tertera di bebeperapa dinding gua di turki dan Gurun Gobi.
Dari ukiran dan relief yang terdapat pada potongan tanah liat dan kaca digambarkan
bagaimana sebuah kendaraan kosmik melaju.
Pesawat terbang antar planet itu dilambangkan dengan segitiga yang di dalamnya
terdapat simbol merkuri. Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang India purba telah mampu
mengirim utusan dengan kendaraaan ini dan menjelajahi wilayah Asia, Atlantis, sampai ke
Amerika Selatan.
Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang menjelaskan tentang peperangan
Ramayana yang menggunakan segala bentuk persenjataan dan kendaraan terbang semcam itu.
Bayangkan betapa teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak
jaman dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu.
Mari kita simak bait-bait yang tertulis dalam kitab Mahawira dan Bhawabhuti yang
berasal dari abad ke-8:
“Sebuah kendaraan udara, Pushpaka membawa banyak orang ke ibukota ayodhya. Langit
dipenuhi berbagai kendaraan terbang. gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya mereka
yang kekuningan.”
Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah yang lain, telah digunakan untuk
tujuan peperangan.
Orang-orang Atlantis menggunakan kenderaan terbang mereka, “Vailixi” untuk
menyerang negeri-negeri lain dan menguasai dunia.
Dalam teks kuno India mereka dikenal dengan bangsa Aswins. Meskipun tak ada catatan
tentang pesawat Vailixi dari bangsa atlantis sendiri tapi kedatangan mereka ke India melalui
udara banyak sekali diceritakan.
Deskripsi Vailixi berbentuk silinder panjang dan selain dapat terbang juga mampu
bergerak di bawah air seperti kapal selam modern.
Kendaraan-kendaraan lain, seperti Vimana berbentuk seperti piring dan mungkin juga
bisa bergerak di bawah air.
Menurut Eklal Kuehshana, penulis “The Ultimate Frontier”, dalam satu artikel yang
ditulisnya dalam 1966, menyatakan bahwa Vailixi yang paling awal dibuat di Atlantis yaitu kira-
kira 20,000 tahun lampau dan bentuk yang paling biasa ialah bentuk piring dengan tiga ruang
mesin dibawahnya.”
“Mereka menggunakan satu peralatan mekanikal yang anti-gravitasi dengan
menggunakan tenaga mesin sebesar 80,000 tenaga kuda,”
Dalam teks Mahabarata, salah satu sumber yang menerangkan Vimana, ada yang
menjelaskan tentang kemusnahan yang hebat yang menunjukkan kesan dari peperangan tersebut:
“…(senjata itu merupakan) satu alat yang mengandung semua energi yang ada di dunia ini.
Satu kepulan asap yang besar dan cahaya yang terang benderang bagaikan sinaran dari
beribu-ribu matahari telah dihasilkannya…Satu pancaran kilat, satu pembawa pesan maut yang
dahsyat, yang menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka..mayat-mayat
mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti.
Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab, dan burung-burung bertukar
menjadi putih.. selepas beberapa jam semua bahan makan turut tercemar.. untuk mengelakkan
diri daripada api itu, para laskar terjun ke dalam sungai untuk membersihkan diri mereka dan
peralatan mereka..”
Dari penjelasan ini, seolah-olah Mahabrata sedang menggambarkan satu keadaan
peperangan menggunakan bom atom!
Kini pihak Barat telah mampu mengungkap sebagian dari rahasia gravitasi .. mereka telah
mampu mencipta mesin anti- gravitasi dari penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang
mereka namakan sebagai levitasi, namun masih belum lagi dipraktikkan..apakah kita dari Asia
Tenggara harus bersikap acuh tak acuh saja dengan hal ini? Sadarlah.
Rujukan seperti ini bukan hanya satu; peperangan senjata yang menakjubkan dan
kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam buku-buku epik India.
Terdapat sebuah epik yang menggambarkan peperangan Vimana-Vailixi di bulan !
Peperangan yang digambarkan dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu
kesan letupan atomik dan kesan radioaktif ke atas penduduk.
Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan) ditemukan oleh para arkeologi pada
akhir abad yang lalu, mereka melihat kerangka-kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan,
ada yang berpegangan tangan, seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat
dasyhat secara tiba-tiba.
Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang
dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki.
Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan batuan yang telah berubah bentuk,
yaitu di India, Irlandia, Scotlandia, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, tiada penjelasan
yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat ledakan atomik.
Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di dalam bentuk grid,
dengan sistem saluran yang lebih baik daripada yang terdapat di Pakistan dan India, jalan-
jalannya dipenuhi dengan serpihan “kaca-kaca hitam”.
Serpihan tersebut kemudiannya dikenal pasti sebagai tanah-tanah liat yang telah cair
akibat kepanasan yang melampaui batas.
Pasca tenggelamnya Atlantis dan kemusnahan Rama akibat senjata atomik, dunia untuk
sesaat kembali ke zaman batu seperti beberapa ribu tahun sebelumnya.
Namun begitu, nampaknya bukan semua Vimana dan Vailixi milik Rama dan Atlantis
yang hilang. Karena diciptakan untuk berfungsi selama beribu-ribu tahun, kebanyakan masih
bisa digunakan, seperti yang terdapat dalam karyatulis “Nine Unknown Men”, Ashoka, dan
manuskrip Lhasa.
Yang menarik adalah terdapat satu petikan sejarah yang menyatakan bahwa semasa
Iskandar Yang Agung menyerang India lebih daripada dua ribu tahun lalu, pasukannya telah
diserang dengan “perisai yang berterbangan dan bercahaya” yang menakutkan pasukan tentera
dan pasukan berkudanya.
Walau bagaimanapun “piring-piring terbang” itu tidak menggunakan sembarang bom
atom atau senjata lain ke atas laskar Iskandar.
Di masa itu juga Iskandar menawan India Ramai. penulis yang menyatakan bahwa
kebanyakan masyarakat rahasia telah menyimpan sebagian Vimana dan Vailixi mereka di dalam
gua-gua rahasia di Tibet atau tempat-tempat lain di Asia Tengah dan Gurun Lop Nor di barat
China yang sampai sekarang dikenal sebagai pusat suatu misteri UFO yang besar.
Mungkin di situlah kebanyakan kapal angkasa disimpan, di pangkalan bawah tanah yang
dibangun oleh pihak Amerika, Inggris, dan Rusia beberapa dekade yang lalu.
Namun kemunculan UFO di masa sekarang yang begitu sering tetap saja menyisakan
banyak pertanyaan tentang aktivitas mereka.
Pandangan Islam tentang U.F.O, Alien, dan Crop
Circle
A. Al-Qur’an menjelaskan tentang Makhluk Luar Angkasa
Pertama-tama kita bertanya pada diri kita, apakah alien itu ada menurut Al-Quran?
Mungkin definisi alien bagi kita adalah makhluk asing selain manusia yang (mungkin iya
mungkin tidak) memiliki intelegensia seperti manusia
Sejenak kita simak dan renungi ayat berikut:
"Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-
makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa
mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya". (QS Asy-Syuura 42 : 29)
kita kutip potongan ayat tersebut:
..dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Apakah
memang makhluk-makhluk melata itu ada yang menghuni di suatu tempat nan jauh disana, di
bagian sistem bintang tertentu, atau mungkin di bagian cluster galaksi lain, atau mungkin bahkan
di supercluster lain?
Sebagian ulama mengatakan bahwa lafaz daabbah (makhluk melata) menunjukkan
bahwa itu makhluk-makhluk selain malaikat karena Allah Azza wa Jalla membedakan antara
makhluk yang melata dengan malaikat dalam menyebutkannya dalam firman-Nya:
"dan kepada Allah sajalah bersujud segala makhluk melata yang berada di langit dan semua
makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak
menyombongkan diri" (QS An-Nahl 16 : 49).
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nahl 49 :
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa semua benda yang ada di langit dan yang ada
di bumi termasuk pula makhluk Nya yang melata di bumi juga para malaikat tunduk di bawah
kekuasaan Allah. Mereka itu bersujud kepada Allah SWT menurut cara masing-masing sesuai
dengan fitrah kejadiannya. Bahkan malaikat pun yang berada di langit tidak mau
menyombongkan dirinya dan tidak suka membangkang untuk tunduk dan takluk serta menaati
ketentuan ketentuan Allah.
Perlu diingat, yang jelas Allah Maha Kuasa, Kekuasaan-Nya meliputi segala-Nya juga
pikiran kita. Apa yang belum terlihat oleh kita bukan berarti tidak ada. Hanya kita yang belum
mengetahuinya.
Dan juga berikutnya:
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari
bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak
yakin kepada ayat-ayat Kami (QS: An-Naml 27 : 82)
mari kita perhatikan:
..sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka…. benar,
binatang melata dari bumi yang berkata atau berbicara..
Jelas disitu bahwa akan ada makhluk lain yang baru yang mempunyai kemampuan
berbicara atau berkomunikasi dengan manusia.
Tetapi tidak perlu dipermasalahkan bagaimana bentuknya atau rupanya. Yang jelas tidak
seperti yang di film-film alien itu.
dan sekali lagi:
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi
dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu)
dengan makhluk yang baru. (14:19)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ibrahim 19
Dalam ayat ini Allah SWT. menyebutkan Dialah yang menciptakan semua langit dan
bumi dengan hak. Maksudnya Allah menciptakan semuanya itu bukanlah dengan percuma
melainkan dengan penuh hikmah. Oleh sebab itu manusia yang telah dijadikan-Nya sebagai
khalifah-Nya di bumi ini hendaklah memanfaatkan semua itu dengan cara yang baik dan untuk
tujuan yang baik pula. Sesuai dengan peraturan dan ketentuan-Nya. Akan tetapi jika manusia itu
menyimpang dari peraturan dan ketentuan Allah, maka Dia tidak membiarkan berbuat
kelaliman itu. Maka pada akhir ayat ini Allah SWT. menegaskan kepada Rasul-Nya, jika Allah
menghendaki maka Allah akan membinasakan beserta umatnya dan akan mengganti mereka
dengan makhluk yang baru.
Penegasan ini adalah untuk mengingatkan Rasul dan umatnya yang taat dan beriman
kepada Allah, betapa besarnya dosa orang-orang kafir itu, karena dengan kekafiran tersebut
mereka tidak mengakui kekuasaan Allah sebagai pencipta dan pemelihara makhluk-Nya.
Apabila manusia memikirkan kekuasaan Allah dan rahmat-Nya terhadap hamba-Nya,
niscaya mereka akan sampai kepada keyakinan bahwa hanya Allah sajalah yang berhak untuk
disembah dan dipuji serta ditakuti azab dan siksa-Nya.
Benar, makhluk yang sama sekali baru (kholqin jadiid) atau makhluk yang sama sekali
kita belum mengetahui akan seperti apa bentuknya.
Sedangkan, standar universal makhluk di alam semesta ini belum dapat ditentukan,
karena tidak ada standar tertentu yang dapat dibuat manusia untuk menentukan selogis apa
makhluk yang harus ada atau layak mendiami alam semesta ini.
Begitulah, muslimin, karena ilmu saya masih terbatas, saya memerlukan sharing ilmu dan
pikiran disini tentang itu. Diskusi juga dapat disertakan penjelasan darimana pun asal itu ilmiah.
Mari kita asah kemampuan berpikir kita
Al-Qur.an yang disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW (taufiqi) tidak
sesuai dengan urutan turunnya wahyu, ternyata mempunyai struktur yang spesifik. Penempatan
surat, ayat, jumlah surat, jumlah ayat, semuanya tersusun sedemikian rupa sehingga kehilangan,
bertambah atau tertukarnya ayat, apalagi tertukarnya surat, membuat kekacauan makna dan
struktur tadi.
Ini membuktikan bahwa al-Qur.an telah terkodetifikasi secara sempurna sejak „azali.
Hanya Al-Quran dan Hadits Shahih lah yang menjadi pedoman hidup kita.
B. Al-Qur’an Menjelaskan Tentang U.F.O dan Teknologinya
Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia
dalam sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil,
kapal laut atau kapal udara.
Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting dari titik tolak) seperti pesawat UFO
yang populer disebut “piring terbang”.
Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat 8 disebutkan sebagai
benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, keledai dan
sejenisnya. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan
oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.
Khusus mengenai “piring terbang”, oleh surat An-Nahl ayat 8 adalah kendaraan yang
tidak diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12
menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya,
ada bagian positif dan bagian negatif dari “piring terbang” itu (positif dan negatif=pasangan).
Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka
tentunya istilah “berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain
mungkin adalah “piring terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.
"Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal*) dan keledai, agar kamu menungganginya dan
(menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya".
(QS An-Nahl, ayat 8 )
*) Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.
Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia
biasa menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai merupakan tenaga pembawa dan
penarik maka keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang selaku pembawa dan penarik.
Penggalan kata “bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang belum diketahui manusia
tentang kendaraan.
Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal terbang sama-sama menggunakan tenaga
tolak ke belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya kedua macam kendaraan itu memiliki
prinsip yang sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui manusia seperti yang disebutkan
pada surat An-Nahl ayat 8 itu?
Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :
Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan
binatang ternak yang kamu tunggangi.
Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila
kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah
menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”.
Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (Surat Az-Zukhruf ayat 12 –
14)
Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini sepintas mungkin anda tidak merasa
mendapatkan sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut diketahui bahwa tidak ada satu pun
ayat suci Al-Quran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya yang percuma atau
tidak memiliki makna.
Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-dalam, semua ayat-ayat yang terkandung
dalam Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang
ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat pada surat-surat Al-Quran yang lain.
Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat yang lainnya seperti dunia internet yang
sedang anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi informasi selalu memiliki kaitan atau
link, baik link yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun link yang menuju ke halaman
web yang lainnya.
Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu tak jarang selalu menghasilkan
pemahaman ilmiah yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, memahami susunan
ayat-ayat di atas ini maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan yang belum diketahui
oleh manusia. Seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8. Susunan ayat-ayat diatas
nantilah kita analisis belakangan.
Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi bahan dalam penganalisaan itu.
Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal
itu merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu memperhatikan kenapa Bumi ini berputar
pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi
matahari yang juga berputar di porosnya.
Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan juga tidak memiliki tempat bergantung.
Semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang memutar planet itu
di sumbunya sambil berputar-putar mengelilingi matahari. Sungguh Rawasia itu adalah wujud
penting dari sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh para astronom. Dengan mengetahui
keadaan Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam semesta yang tak terbatas itu akan
terkuak.
Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak jatuh pada matahari karena gaya
lantingnya (centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya Bumi juga tidak terlanting jauh
keluar dari garis orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada matahari sebagai pusat orbit.
Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi adalah sama besarnya, orang ahli
menyebutnya dengan Equilibrium. Oleh karena itulah sampai hari ini Bumi yang kita diami terus
menerus berputar dan beredar mengelilingi matahari.
Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya lantingnya saja tanpa menggunakan gaya
gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan
begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk
terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.
Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan ini, bagaimana cara menghilangkan gaya
gravitasi itu?
Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horisontal. Apabila
putaran itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya centrifugal yang dihasilkan dan
semakin kecillah gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi ini akan hilang sama sekali
dan mulailah pesawat dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh oleh gravitasi Bumi.
Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa pesawat dapat berputar terus menerus
tanpa tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini dengan Shuttling System, yaitu pesawat
berbentuk piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah tempat penumpang.
Kita boleh mengatakan bahwa kendaraan manusia kini sudah kolot, kuno atau usang
karena sistem yang dipakainya sudah berlaku selama ribuan tahun, yang semuanya itu memakai
prinsip menolak ke belakang untuk maju ke depan dan menolak ke bawah untuk naik ke atas.
Setelah manusia sanggup memakai gaya centrifugal berbentuk “piring terbang” barulah manusia
akan memulai kendaraan modern.
Jadi, masa terwujudnya “piring terbang” adalah batas antara ke-kuno-an dan kemodernan
peradaban manusia. Batas ini disebut oleh Al-Quran dalam surat Az-Zukhruf ayat 13 diatas
dengan bahasa kiasan, bahwa profesor yang mulai menggunakan “piring terbang” mengatakan;
Waktu itu manusia baru memulai hidup dalam generasi lain yaitu generasi pesawat itu tidaklah
segenerasi dengan modern.
Dalam peradaban modern dimana manusia umumnya memakai piring terbang sebagai
kendaraan, akan banyak sekali perubahan dalam kehidupan baik di bidang jasmaniah maupun di
bidang rohaniah. Di bidang jasmaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-
orang tak lagi membutuhkan jalan raya dan rel kereta api yang pembangunannya sangat banyak
menghabiskan tenaga, tempat, benda dan waktu.
Orang-orang akan memanfaatkan daerah itu untuk tempat tinggal atau untuk kebutuhan
lainnya. Orang-orang akan memindahkan perhatiannya terhadap lautan sebagai sumber makanan
karena lautan itu memang sangat luas yang mengandung berbagai bahan untuk keperluan hidup,
dan daratan sebagian besar akan dijadikan orang untuk tempat bermukim. Orang-orang nantinya
akan melakukan penerbangan antar planet secara lazim dimana planet Jupiter, Venus, Saturnus
dan planet yang lebih besar lainnya akan menjadi sasaran dalam perekonomian dan politik.
Di bidang rohaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang akan
menyadari bahwa alam semesta ini memang diciptakan untuk kebutuhan hidup manusia oleh
Allah Yang Maha Esa. Orang-orang akan menyadari bahwa manusia di planet Bumi dalam tata
surya ini berasal dari satu diri, satu spesies, atau serumpun.
Bukan dari hasil evolusi monyet, seperti teori Darwin yang dikalahkan logika. Orang-
orang akan menyadari bahwa agama yang diturunkan oleh Allah SWT itu hanyalah agama
Tauhid yang sama sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Imran ayat 83.
Orang-orang akan menyadari bahwa agama Tauhid yang diturunkan Sang Khaliq itu
mengandung hukum yang sesuai dengan kejadian dan naluri yang terdapat di alam semesta raya
dan pada diri manusia sendiri, dan bahwa menolak agama itu berarti merugikan diri sendiri.
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah
bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah
benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
(Surat Al-Fushshilat ayat 53)
Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain dari agama Allah, padahal kepada-
Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di planet-planet dan di bumi ini, baik dengan suka
maupun terpaksa dan Hanya kepada Allah-lah mereka akan kembali. (Surat Al-Imran ayat
83)
Penganut Islam Lebih Mudah Menerima Adanya U.F.O dan Alien
Tanpa bermaksud mengurangi penghormatan saya terhadap penganut agama-agama lain
(yang saya memang tidak atau kurang memiliki pengetahuan tentang ajaran-ajarannya), menurut
saya, penganut Islam SEHARUSNYA lebih mudah untuk menerima kehadiran UFO dan Alien.
Mengapa? Karena dalam kitab suci Al-Quran jelas-jelas Allah SWT menyatakan
keberadaan makhluk-makhluk cerdas lain selain manusia, yang salah satunya disebut “jin.” Jin
ini bisa berubah bentuk menjadi apa saja.
Mereka hidup di alam yang sama dengan manusia, meski berasal dari dimensi yang
berbeda, sehingga manusia umumnya jarang atau tidak pernah bertemu dengannya (kecuali
dalam situasi-situasi yang luar biasa).
Artinya, bisa dikatakan bahwa dengan mengakui dan menerima keberadaan UFO, Alien,
dan lain-lain itu, seorang Muslim tidak perlu merasakan adanya pertentangan atau
kontradiksi, antara fakta adanya UFO/Alien itu dengan keyakinan/kepercayaan agamanya. Tentu
akan sulit halnya, jika ajaran agama terang-terangan menolak adanya makhluk cerdas lain selain
manusia.
Namun, ajaran Islam (sekali lagi, sejauh pemahaman saya yang bukan ahli agama) juga
menyatakan, “jin” dan lain-lain itu termasuk hal ghoib. Artinya, hanya Allah SWT yang tahu.
Manusia bisa mengetahuinya, namun yang bisa diketahui sangat terbatas. Jadi, tidak usah
berambisi untuk tahu sangat banyak tentang “jin” dan lain-lain itu. Kita memahami keberadaan
“jin” (atau UFO, Alien, dll) sebagai petunjuk kebesaran kekuasaan Tuhan yang Maha Pencipta.
Dan seperti yang ada pada Al-Qur.an bahwa smua makhluk termasuk jin, hewan,
tumbuhan dan semua benda mulai dari molekul hingga super bintang di seantero jagat raya baik
yang bernyawa ataupun tidak semuanya menyembah Allah SWT Sang Maha Segalanya, Sang
Pemilik Semuanya, mereka (semua benda tersebut) tunduk dan menyembahNya dengan caranya
masing-masing.
C. Al-Qur’an Mengakui Keberadaan U.F.O
Apakah benar kitab suci umat Islam mengakui keberadaan mahluk planet lain? Masalah
ini selalu menjadi kajian menarik para ahli tafsir. Ada yang mengamini, dan ada pula yang
menampiknya.
Berikut ini salah satu kajian yang ditulis oleh Yudi N. Ihsan, pegiat pengajian di Bremen,
Jerman. Terlepas dari shahih atau masih perlu dikaji kembalinya tulisan Yudi N. Ihsan,
berpulang kepada diri kita masing-masing.
Al-Qur.an merupakan mu.jizat terbesar sepanjang masa. Pertamakali dibukukan di jaman
Khalifah Abu Bakr, lalu pembukuannya disempurnakan di jaman Khalifah Umar bin Khathab.
Sedangkan di jaman Khalifah Utsman mulai ditetapkan bentuk hurufnya serta diperbanyak
sehingga dikenal istilah Rosam Utsmani. Ilmu tata bahasa al-Qur.an (nahwu dan sharaf) mulai
diperkenalkan di jaman khalifah Ali bin Abi Thalib.
Salah satu keistimewaan al-Qur.an adalah memungkinkan penafsirannya yang terus
berkembang dan selalu up to date. Salah satu contohnya adalah yang terdapat di dalam surat Ar-
Ra.du (13) ayat 15.
Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik
dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di
pagi dan petang hari (QS 13:15).
Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang
dimaksud “Man” di dalam ayat ini?
1. Di dalam tata bahasa al-Qur.an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang
diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4,
yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk
lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man”
tetapi disebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka
“Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”.
2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
a) Sujud dengan taat kepada Allah;
b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan
c) Memiliki bayang-bayang.
Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi,
jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di
Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paragraf pertama dari ayat tersebut.
Paragraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah
kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou.an wa karhan wa dzilaluhum…., jika
diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… paragraf ini
menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paragraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si
“Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-
bayang.
3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut
berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di
luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.
4. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud
“Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu
patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-
bayang.
5. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah
Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki
bayang-bayang.
6. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut
adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak
memiliki bayang-bayang.
7. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk
seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta
memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk
adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.
Disamping “Man”, di luar planet Bumi pun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari
kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.
Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang
melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS
16:49).
Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan di Bumi yang
selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai
bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.
Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman
Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa”
yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya. DAN IA MAHA KUASA UNTUK
MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN
BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).
Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara
manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling
berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak.
D. Beberapa Kemungkinan Identitas dan Asal-Usul U.F.O &
Alien dalam Islam
Seiring ketertarikan mengenai kemungkinan terdapatnya informasi mengenai identitas
dari UFO & Ufonaut di dalam sumber-sumber literatur Islam, terutama Al-Qur'an dan Hadist,
penulis menggagas berdirinya grup Islamic UFO di Facebook untuk mendukung proses
pengkajian ini. Sebagai anggota awal ditarik anggota-anggota diskusi dari grup BETA-UFO
yang memiliki ketertarikan dalam topik UFO & Islam.
Alhamdulillah, dalam waktu relatif singkat sudah tersusun beberapa hipotesa awal
mengenai identitas UFO seperti terurai di bawah ini. Hipotesa-hipotesa ini ini diambil dengan
berasumsi bahwa fenomena UFO adalah nyata, UFO bukan buatan Manusia Bumi, dan Ufonaut
(pengendara UFO) adalah mahluk cerdas yang berasal dari luar planet Bumi, sehingga sejajar
dengan istilah "Aliens" dalam terminologi populer.
Hipotesa Identitas dan Asal-Usul UFO & Alien dalam Islam
01. Bani Adam Hypothesis (BAH)
BAH menduga bahwa Aliens adalah manusia keturunan Adam AS yang pada suatu masa
di jaman silam memperoleh teknologi perjalanan luar angkasa, kemudian mengkolonisasi planet
lain di luar angkasa dan berevolusi di sana. Dugaan ini sendiri muncul dengan banyaknya
ditemui Alien yang memiliki wujud mirip manusia, terutama dari jenis "Nordic".
Hipotesa ini muncul dengan axiom bahwa Adam AS adalah manusia cerdas pertama di
alam semesta, bukan hanya di planet Bumi, dikaruniaiNya rahasia teknologi sejak masa awal
diciptakan, mahluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, juga mengartikan status Islam
sebagai "rahmat bagi segenap alam" sebagai indikasi bahwa Islam diturunkan di Bumi, namun
berlaku universal hingga ke planet-planet lain.
Hipotesa ini menduga bahwa pada suatu masa di masa lampau Manusia Bumi telah
menguasai teknologi penjelajahan angkasa, dan sebagian dari mereka sekarang telah menjadi ras
yang mampu bepergian antar galaksi.
02. Pre Human Hypothesis (PHH)
PHH menduga bahwa Aliens adalah mahluk mirip manusia yang Allah SWT telah
ciptakan sebelum Adam AS, mengacu diantaranya pada QS 02:30 dimana Malaikat terlibat
dialog dengan Allah SWT, dengan indikasi seakan-akan pada masa tersebut telah ada
stereotyping untuk mahluk dengan desain mirip Manusia yang hendak Allah SWT ciptakan
sebagai khalifah di Bumi tersebut.
Hipotesa ini muncul dengan penafsiran bahwa QS 02:30 secara spesifik mengkisahkan
penciptaan Manusia sebagai manusia pertama di planet Bumi, namun bukan di alam semesta,
dan menyempitkan arti dari "Manusia" dalam kosmologi Islam sebagai Homo Sapiens (manusia
modern). Adapun pemahaman dari hipotesa ini mengenai kesempurnaan manusia adalah lebih
terkait kepada desain dan proses penciptaan, namun diluar dari itu manusia sangat bergantung
pada ikhtiar untuk mencapai kemajuan, termasuk dalam hal penguasaan teknologi.
Hipotesa ini beranggapan adanya jejak penguasaan teknologi tingkat rendah oleh ras-ras
manusia selain Homo Sapiens (Cro Magnon, Homo Neandethal, dll.) sebagai indikasi bahwa
Adam AS bukanlah Manusia cerdas (bisa berpikir) pertama di Bumi sekalipun, namun suatu ras
manusia baru yang disempurnakan, yang didaulatNya untuk menjadi khalifah (pemimpin,
pengelola) dari planet Bumi.
03. Dabbah Hypothesis (DH)
DH menduga Aliens adalah salahsatu jenis "dabbah" yang Allah SWT sebutkan beberapa
kali di dalam Al-Qur'an, namun tidak dijelaskan lebih spesifik karakteristiknya, serta termasuk
dalam jenis ciptaan Allah SWT yang kita hanya diberikanNya sedikit saja informasi mengenai
keberadaannya.
04. Man Hypothesis (MH)
MH menduga Aliens adalah "man" dalam bahasa Al-Qur'an sebagaimana tercantum
salahsatunya dalam QS 13:15. Walaupun "Man" kemungkinan besar termasuk "dabbah", namun
ia memiliki pengertian yang lebih spesifik, yaitu mahluk cerdas yang diberikan Allah SWT akal
pikiran, tuntunan Dien (Agama), kewajiban beribadah, serta kemampuan untuk memilih.
05. Jin Hypothesis (JH)
JH menduga Aliens adalah kalangan Jin yang memiliki teknologi tinggi, sebagaimana
tersirat dalam tafsir dari ayat-ayat Al-Qur'an mengenai kemampuan kaum ini dalam
menuntaskan beragam pekerjaan canggih pada masa kerajaan Nabi Sulaiman AS.
06. Permanent Ghaib Hypothesis (PGH)
PGH menduga kalau fenomena UFO & Alien adalah satu dari apa yang Allah SWT
firmankan bahwa Allah menciptakan apa yang manusia ketahui, dan tidak ketahui; dan dalam hal
ini akan tetap tidak manusia ketahui, hingga akhir masa nanti.
07. Satanic Trick Hypothesis (STH)
STH menduga fenomena Alien & UFO itu sebenarnya tidak nyata, dan keseluruhan
fenomena UFO adalah sekedar tipu-daya Iblis dan Setan.
Hipotesa ini muncul karena tidak adanya ayat-ayat Al-Qur'an yang secara spesifik
menyatakan adanya mahluk cerdas lain selain manusia di luar angkasa sana.
Hipotesa ini juga dipengaruhi kuat oleh karya-karya penulis Islam yang banyak
mengkaitkan fenomena UFO dengan Jin, Segitiga Bermuda, dan bahwa kerajaan Iblis terletak di
Segitiga Bermuda, sehingga muncul anggapan bahwa keseluruhan fenomena UFO tak lain
adalah tipuan Iblis dengan kaki-tangannya para Setan, untuk menyesatkan ummat manusia
dengan beragam informasi tak benar yang terkait dengan fenomena ini.
Secara umum BAH, PHH, DH, MH, JH, mengartikan "samaa" dan "samawaat" bukan
sebagai "langit (surga)" dan "bumi (dunia)", namun lebih kepada "langit (atmosfer)" dan "planit
berpenghuni", sedangkan PGH dan STH keduanya bersifat pro-status-quo yang mendukung tidak
perlunya fenomena UFO ini dipelajari.
Adapun keseluruhan hipotesa ini masih merupakan "Work in Progress (WIP)", alias
pekerjaan yang masih dalam proses, dan belum merupakan hasil akhir. Sebagaimana fitrahnya
pengembangan suatu hipotesa dalam suatu penelitian ilmiah, maka sebagian dari hipotesa ini
akan gugur, sedangkan sebagian lainnya mungkin akan bisa dikembangkan menjadi suatu teori,
atau postulat; atau semuanya salah total.
E. Fenomena Crop Circle dalam Pandangan Islam
Alien dan UFO? Ketika mendengar nama itu, sebagian besar orang akan terbayang
sesosok makhluk cebol berkepala botak dan bermata besar, dengan latar belakang kendaraan
berupa piring terbang bercahaya. Atau terbayang sebuah film yang dibintangi oleh Sigourney
Weaver pada era 90-an dimana menggambarkan Alien sebagai mahluk predator. Fenomena UFO
dan Alien akan selalu menjadi bahan yang menarik untuk dijadikan latar belakang sebuah film
fiksi ilmiah, sebut saja Star Trek, Men in Black, dan Independence Day.
Baru beberapa hari kebelakang kita melihat diberita mauapun di media cetak lainnya
bahwa telah muncul crop circel di Sleman, munculnya crop circle sungguh menghebohkan warga
Indonesia khusunya warga sekitar. Banyak pendapat yang keluar mengenai ini, ada yang
berpendapat bahwa hal itu adalah hanya rekayasa manusia, ada yang berpendapat itu adalah
pesan dari makhluk asing yang sering disebut UFO, dan masih banyak lagi.
Semenjak awal abad 20 masyarakat semakin banyak memperbincangkan mengenai topik
yang satu ini. Ditambah lagi dengan banyaknya laporan adanya penampakan kendaraan
bercahaya, atau mahluk-mahluk aneh ini pada beberapa orang di berbagai tempat. Lalu wajar
saja kalau kita jadi bertanya-tanya, benarkah mereka ada? Kami akan mencoba membahas
masalah ini dari sudut pandang seorang muslim.
Beberapa orang beranggapan, jika suatu saat ditemukan adanya kehidupan di luar bumi,
maka dogma-dogma agama akan terbantahkan. Itu sebabnya, beberapa pemuka agama tertentu
merasa segan untuk berurusan dengan topik yang satu ini dan memilih tidak mempercayai
keberadaannya. Namun ternyata tidak begitu halnya dengan Islam. Allah jauh-jauh hari telah
memberitakan kepada kita bahwa Dia telah menciptakan makhluk-makhluk yang disebarkan di
berbagai penjuru langit dan bumi.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi serta
makhluk-makhluk melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa
mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya." (QS As Syuura : 29)
Langit disini lebih cenderung mengacu pada luar angkasa, bukan atmosfir bumi. Islam
sebagai rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi alam semesta), menerima keberadaan mahluk hidup di
luar angkasa sebagai bagian dari ciptaan Allah yang Maha Kuasa. Namun, bagaimana pandangan
Islam tentang Alien dan UFO? Bukankah Allah tidak menyebutkan tentang mahluk-mahluk
beradab lain selain Malaikat, Jin dan Manusia? Juga tidak disebutkan adanya planet lain yang
memiliki kehidupan? Pertanyaan ini yang sering menjadi perdebatan di kalangan alim ulama.
Di dalam Al Qur'an maupun hadits, sering disebut-sebut tentang para penduduk langit.
Sebagian ulama menafsirkan penduduk langit adalah para malaikat yang menjalankan tugasnya
di seluruh penjuru langit. Namun ada sebuah hadis yang cukup menarik tentang hal ini.
Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah, MalaikatNya, serta penduduk langit dan
bumi, hingga semut yang ada di dalam lubangnya, dan ikan-ikan di lautan, (semuanya)
bersalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia” (HR. Tirmidzi).
Dari hadis ini terlihat jelas bahwa Rasulullah membedakan antara malaikat dan penduduk
langit. Ada yang berpendapat bahwa penduduk langit adalah orang-orang yang di surga. Namun
itu mustahil, kita semua baru bisa memasuki surga setelah dibangkitkan kelak di padang
mahsyar. Ada pula pendapat bahwa para penduduk langit adalah para nabi yang sudah wafat,
memang itu juga ada benarnya. Namun kami cenderung pada pendapat bahwa penduduk langit
terdiri dari malaikat dan mahluk-mahluk selain malaikat, yang dalam hal ini adalah merupakan
rahasia Allah. Allah berkuasa untuk menciptakan mahluk-mahluk berperadaban di berbagai
planet di seluruh penjuru alam semesta, dan tidak disebutkannya mereka di dalam Al Qur'an
bukan berarti mereka tidak ada. Sebagaimana perumpamaan, di dalam Al Qur'an hanya
disebutkan tentang 25 orang nabi. Namun jumlah nabi yang sesungguhnya sangatlah banyak (di
dalam hadis disebutkan jumlah nabi adalah sekitar 125 ribu).
Ada juga sebuah hadis yang pernah saya baca, kurang lebih seperti ini :
Suatu hari Rasulullah SAW berjalan-jalan bersama para sahabat seusai shalat subuh, lalu
beliau menunjuk ke arah langit timur lalu bersabda : "Disana ada sebuah bumi yang berwarna
putih dan penduduknya juga putih, maka mereka tidak menyembah selain kepada Allah".
Demikianlah, sesungguhnya hanya Allah yang mengetahui kebenaran ada tidaknya
mereka, hanya saja saya ingin mengajak anda untuk berpikir terbuka bahwa jika suatu saat
benar-benar terbukti bahwa mereka ada, sesungguhnya itu hanyalah membuktikan kekuasaan
yang tak terbatas dan diluar pemahaman kita dari Allah Sang Maha Pencipta. Inilah Islam,
rahmat bagi seluruh alam semesta, bukan hanya rahmat bagi seluruh bumi.
Penghuni Langit yang Sesungguhnya
A. Kisah Manusia Penghuni Langit
Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ada seseorang yang akan
menjadi penghuni langit. Siapakah beliau yang memiliki keistimewaan tersebut.
Karena begitu taat dan rasa sayangnya kepada ibundanya, laki-laki yang satu ini divonis
oleh Utusan Allah SWT sebagai penghuni langitu sehingga banyak para sahabat yang meminta
didoakan olehnya.
Kisah Uwais Al Qarni
Beliau adalah seorang pemuda miskin yang tinggal di Yaman bersama ibunya yang sudah
tua renta, lumpuh dan buta. Uwais tinggal dengan ibunya karena beliau tidak mempunyai lagi
ahli keluarga. Beliau senantiasa merwat ibunya dengan penuh ketulusan dan kasih sayang serta
mematuhi seluruh perintah ibunya.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, beliau bekerja menggembala kambing
dan unta milik orang lain serta mendapatkan upah dari pekerjaan tersebut. Walaupun upah yang
diterimanya hanya cukup untuk kebutuhan dirinya dan ibunya, namun ia tetap sabar dan
senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang dianugrahkan kepadanya.
Apabila beliau mendapatkan upah yang berlebih, ia tak lupa untuk berbagi dengan orang-
orang yang tidak mampu.
Merawat Ibunya
Uwais juga dikenal sebagai sosok yang ahli ibadah.
Dia selalu berpuasa di siang hari dan pada malam harinya ia selalu bermunajat kepada
Allah SWT untuk memohon petunjuk dan beristighfar. Meski demikian, pemuda yang hidup
semasa dengan Rasulullah SAW ini memiliki kecintaan yang sangat luar biasa kepada
Rasulullah.
Ia selalu merasa bersedih hati jika mendengar orang-orang yang bercerita tentang
pertemuan mereka dengan Baginda Rasul, karena memang dia belum pernah berjumpa sekalipun
dengan Nabinya tersebut.
Rasa rindu Uwais untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW semakin lama semakin
dalam. Beliau ingin sekali memandang wajah Rasulullah SAW dari dekat serta ingin mendengar
suaranya. Namun, kecintaannya kepada ibunya juga sangat luar biasa, ia merasa tidak tega untuk
meninggalkan ibunyaq untuk bertemu dengan Nabi.
Di luar dugaan, si Ibu yang sebenarnya mengetahui cintanya kepada Baginda Nabi, tiba-
tiba saja angkat bicara.
"Wahai Uwais anak ibu, Pergilah engkau menemui Rasulullah SAW di rumahnya.
Setelah berjumpa, segeralah engkau pulang," kata Ibu Uwais.
Mendengar pernyataan ibunya tersebut, Uwais merasa sangat gembira luar biasa dan ia
pun segera berkemas, mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Madinah menemui Rasulullah
SAW. Namun, ia tak lupa menyiapkan segala keperluan ibunya selama ia pergi ke Madinah. Ia
selalu berpesan kepada orang-orang terdekatnya agar menjenguk ibunya sepeninggal Uwais ke
Madinah.
Menemui Rasulullah SAW
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Uwais pun akhirnya tiba di Madinah dan
ia pun langsung menuju rumah Rasulullah SAW.
Selepas mengucapkan salam, pintu rumah Nabi pun terbuka, namun yang beliau temui
hanya Aisyah, sedangkan Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di medan perang.
Uwais pun langsung merasa kecewa karena ia ingin segera bertemu Nabi dan segera
pulang sebagaiman pesan ibunya.
Akhirnya ia pun memilih untuk segera pulang dan menitipkan pesan untuk Nabi kepada
Aisyah.
Setelah perang usai, Rasulullah SAW kembali pulang ke Madinah dan ia langsung
bertanya kepada Aisyah mengenai orang yang mencari beliau.
Belum sempat Aisyah menjawab, Nabi pun bersabda, "Uwais anak yang taat kepada
ibunya, dia adalah penghuni langit."
Aisyah pun sangat kaget dengan penuturan Nabi, karena Rasulullah rupanya sudah
mengetahui siapa tamu yang ingin bertemu dengannya jauh-jauh hari.
Para sahabat tertegun, kemudian Nabi Muhammad SAW meneruskan keterangannya
mengenai Uwais yang menjadi salah satu orang yang menghuni langit kepada orang orang-orang
yang hadir di situ.
Baginda Nabi bersabda, "Jika kamu ingin erjumpa dengan dia, perhatikanlah dia
memiliki tanda puith di telapak tangannya."
Nabi juga berpesan kepada para sahabat, "Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan
dia, mohonlah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi."
Selepas Rasulullah SAW wafat, Umar dan Ali ra akhirnya bisa berjumpa dengan Uwais.
Kemudia mereka berdua memohon doa dan istighfar dari Uwais. Umar juga berjanji untuk
menyumbangkan uang dari Baitul Mal kepada Uwais.
Namun dengan bijaksana Uwais berkata, "Hamba mohon, supaya hari ini saja hamba
diketahui oleh orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui
oleh orang lagi."
Apakah Uwais adalah seorang Malaikat? Ataukah beliau adalah Malaikat yang
menyamar menjadi manusia untuk merawat seorang Ibu? Apakah Uwais memang hanya manusia
biasa?
Karena Sabda Nabi, pasti benar adanya.
Uwais bukan orang bumi, dia penghuni langit. Selain itu, pertemuannya dengan Umar
dan Ali juga menjadi tanya tanya besar karena pertemuan mereka disuruh untuk merahasikan dan
Uwais tidak ingin dilihat orang setelah itu.
B. Malaikat, Pnghuni Langit yang Sesungguhnya
Malaikat (Bahasa Arab: ... :isaretilsnart ;...Malaikah) adalah makhluk yang memiliki
kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah.
Etimologi Arab
Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak
(...) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau
misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul.
Malaikat di dalam ajaran Islam
Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist
Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”[1]
Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya
adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka
adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka
menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun
mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.
Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka
malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat
selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada
Nabi Ibrahim.
Nama dan tugas para Malaikat
Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun
Iman, berdasarkan Al Qur'an, hadits dan kitab-kitab. Nama (panggilan) berserta tugas-tugas
mereka adalah sebagai berikut:
.
Jibril - Pemimpin para malaikat, bertugas menyampaikan wahyu dan
mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.
.
Mikail - Pembagi rezeki kepada seluruh makhluk.
.
Israfil - Peniup sangkakala pada hari kiamat.
.
Munkar dan Nakir - Pemeriksa amal manusia di alam barzakh.
.
Malaikat Maut - Para pencabut nyawa seluruh makhluk, dibagi menjadi 2 jenis
yaitu:
o Para pencabut dengan keras,
o Para pencabut dengan lembut.
Malaikat penjaga surga - Penjaga pintu syurga.
.
Malik - Pemimpin Malaikat Zabaniah dan penjaga neraka.
.
Zabaniah - 19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.
.
Harut dan Marut - Dua Malaikat yang turun di negeri Babil.
.
Malaikat disekitar Arsy
o Hamalat al 'Arsy - Empat malaikat pembawa 'Arsy Allah, pada hari kiamat
jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.
o Malaikat yang melingkari Arsy - Para malaikat yang melingkari Arsy sambil
bertasbih.
Darda'il - Malaikat yang mencari orang yang berdo'a, bertaubat, minta ampun dan
lainnya pada bulan Ramadhan.
.
Hafazhah (Para Penjaga)
o Kiraman Katibin - Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan mencatat amal
manusia sewaktu manusia itu hidup di dunia hingga di alam barzakh, kemudian
malaikat tersebut menjadi saksi disidang hisab di Mahsyar.
o Mu’aqqibat - Para malaikat yang selalu memelihara (menjaga) manusia dari
kematian sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.
Malaikat Qarin - Para malaikat pendamping manusia dari lahir hingga ajalnya,
bertugas membisikkan hal-hal kebenaran dan kebaikan.
Malaikat Arham - Malaikat yang diperintahkan untuk meniupkan ruh, menetapkan
rizki, ajal, amal dan celaka atau bahagia pada 4 bulan kehamilan.
.
Jundallah - Para malaikat perang yang bertugas membantu nabi dalam peperangan.
.
As-Sijilli - Malaikat yang memberitahukan kepada Harut dan Marut tentang makhluk
yang pernah membuat kerusakan dan pertumpahan darah dibumi.
.
Azh-Zhil - Malaikat yang mendampingi Nabi Ibrahim ketika berada dikobaran api.
.
Ad-Dam'u - Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.
.
An-Nuqmah - Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk
disinggasana berupa nayala api, ia memiliki wajah kuning tembaga.
.
Ahlul Adli - Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya dikatakan ia
memiliki 70 ribu kepala.[26]
.
Malaikat berbadan api dan salju - Malaikat yang setengah badannya berupa api
dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah
berhenti berzikir.
.
Ar-Ra'd - Malaikat pengatur awan dan hujan, ia mengaturnya dengan menggunakan
petir sebagai cambuk.[27][28][29][30]
.
Penjaga matahari - Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.
.
Malaikat Rahmat - Para penyebar keberkahan, rahmat, permohonan ampun dan
pembawa roh orang-orang shaleh, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan
Malaikat `Adzab.
.
Malaikat `Azab - Para pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik, ia datang
bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.
.
Malaikat penggiring - Para malaikat yang menggiring manusia di Mahsyar, malaikat
itu bersama dengan malaikat penyaksi (Kiraman Katibin).
.
Malaikat pegunungan - Malaikat yang menjaga pegunungan.
.
Malaikat Bayt al-Makmur - 70 ribu malaikat yang setiap hari masuk ke Bayt al-
Makmur.
.
Malaikat penyeru manusia
o Penyeru bulan Ramadhan - Satu malaikat yang terus menerus memanggil
manusia beriman untuk bergembira dan manusia jahat untuk menahan segala
kejahatan ketika malam pertama bulan Ramadhan hingga fajar.
o Penyeru dari pintu-pintu Surga - Para malaikat yang berseru kepada orang
beriman untuk memasuki pintu-pintu tertentu tergantung dari amal ibadahnya.
o Penyeru kebaikan setiap hari - Dua malaikat yang setiap hari berseru yang
didengar oleh seluruh makhluk-Nya kecuali manusia dan jin.
Malaikat Laylat al-Qadr - Jibril dan serombongan malaikat yang turun setiap Laylat
al-Qadr pada bulan Ramadhan.
.
Penjaga Mekkah dan Madinah - Para malaikat yang menjaga Kota Mekkah dan
Madinah dari kedatangan Dajjal.
.
Pencari orang yang berzikir - Para malaikat yang mencari orang-orang yang
berzikir kepada Allah.
.
Penganjur berbekam - Malaikat yang menganjurkan berbekam ketika Muhammad
sedang mi'raj ke Sidratul Muntaha.
Pengendali tali Neraka Jahannam - 70 ribu malaikat yang mengendalikan tali
kekang Neraka Jahannam.
Pendoa manusia yang mendoakan saudaranya - Para malaikat yang berkata,
"Aamiin (Ya Allah, kabulkanlah do.anya bagi saudaranya) dan engkau pun
mendapatkan apa yang ia dapatkan", kepada orang yang mendoakan kebaikan
saudaranya tanpa sepengetahuan mereka.
Penyampai doa pujian - Dua belas malaikat yang berebutan untuk menyampaikan
doa pujian salah seorang sahabat nabi kepada Allah.
.
Penyaksi wafatnya sahabat nabi - 70 ribu malaikat yang menyaksikan wafatnya
Sa'ad bin Muadz.
Pelindung dan pemberi dukungan orang beriman - Para malaikat yang pelindung
orang-orang beriman ketika hidup didunia dan akherat, ketika orang beriman dalam
keadaan sekarat mereka akan memberikan dukungan.
Pembeda haq dan bathil - Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara
yang benar dan salah kepada manusia dan jin.
Penentram hati - Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk
meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.
Penjaga pintu langit - Tujuh malaikat yang menjaga tujuh pintu langit. Mereka
diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.
Pemberi salam ahli surga - Para malaikat yang memberikan salam kepada para
penghuni surga.
Pemohon kerahmatan (belas kasih)
o Pemohon ampunan orang beriman - Para malaikat yang terdapat disekeliling
'Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.
o Pemohon ampunan manusia di bumi - Para malaikat yang bertasbih memuji
Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi
o Pemohon ampunan para lelaki yang salat di masjid - Para malaikat yang
mendoakan ampunan bagi para lelaki yang ikhlas salat berjamaah di masjid.
o Pemohon ampunan pembesuk orang sakit - 70 ribu malaikat yang mengiringi
dan mendoakan ampunan bagi umat muslim yang membesuk orang sakit.
o Pemohon ampunan orang yang bershalawat kepada Nabi - Para malaikat
yang mendoakan ampunan bagi orang-orang yang bershalawat kepada Nabi
Muhammad.
o Pemohon ampunan orang yang mengajarkan kebaikan - Para malaikat yang
mendoakan ampunan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada sesama
manusia.
o Pemohon ampunan orang tidur dalam keadaan suci - Para malaikat yang
berada didalam pakaian orang tidur dalam keadaan suci.
Penghormat penuntut ilmu - Para malaikat yang berhenti terbang karena ingin
mendengarkan ilmu atau menghormati orang yang mencari ilmu pengetahuan.
.
Pengatur urusan dunia - Malaikat yang mengatur urusan manusia didunia.
.
Pendengar bacaan Qur'an
o Pendengar bacaan Qur'an manusia ketika salat - Para malaikat yang
mendengarkan dan menelan bacaan Qur'an ketika manusia salat.
o Pendengar bacaan sahabat nabi - Malaikat yang mendengarkan bacaan Qu'ran
Usayd bin Hudhayr.
Pendo'a orang yang berinfaq dan orang kikir - Para malaikat yang berdoa setiap
pagi dan sore untuk orang yang berinfaq dengan doa kebaikan dan penahan infaq
dengan doa kehancuran.
Nama Malaikat Maut dikatakan Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran
maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al
Qur'an dia hanya disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut.
Malaikat Jibril, walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur'an, ia juga disebut
di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan sebutan lain seperti Ruh al-Qudus, Ruh al-Amin dan
lainnya.
Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik di
dalam Al Qur'an, yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97,98 dan QS 66 At Tahrim: 4), Mikail (QS 2 Al
Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir
disebut dalam Hadits.
Wujud Malaikat
Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap
sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:
“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai
utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap,
masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-
Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. (Faathir 35:1)
” Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil
memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir
dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200
sayap Israfil.
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia
tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk tidak akan
mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad
SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali.
Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama
persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh
Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya
sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-
tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat
atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.
Sifat Malaikat
Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.
2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur,
bercanda, berdebat, dan lainnya.
3. Selalu takut dan taat kepada Allah.
4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.
5. Mempunyai sifat malu.
6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.
7. Tidak makan dan minum.
8. Mampu mengubah wujudnya.
9. Memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya.
Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada
mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium
dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali
jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian
terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud
aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat
menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj.
Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi
manusia, seperti dalam kisah Ibrahim, Luth, Maryam, Muhammad dan lainnya.
Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang
Terjatuh" (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis, adalah nenek
moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah
dari 'api yang tidak berasap', sedang malaikat dicipta dari cahaya.
Tempat yang tidak disukai Malaikat
Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi
tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap
malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini
telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Tempat atau
rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu di antara lain adalah:
1. Tempat yang di dalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan
penjagaan keamanan, pertanian dan berburu);
2. Tempat yang terdapat patung (gambar);
3. Tempat yang di dalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan dengan
senjata terhadap saudaranya sesama muslim;
4. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.
Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam, di
antaranya adalah Ahmad, Hambali, Bukhari, Tirmidzy, Muslim dan lainnya. Tidak sedikit nash
hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya
terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.
Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin
datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur. Malaikat
Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman
dengan (memelihara) anjing.
Malaikat di dalam ajaran Kristen
Malaikat adalah makhluk roh yang diciptakan oleh Tuhan yang ditugaskan Tuhan untuk
beberapa tujuan khusus sesuai dengan rencana-Nya, baik untuk melayani Tuhan maupun untuk
menolong orang-orang beriman (Kolose 1:16, Ibr 1:14).
Etimologi Ibrani
Kata "malak" atau malaikat berasal dari bahasa Ibrani ,....mal'akh, yang juga berarti
"utusan". Kata ini di dalam TB diterjemahkan menjadi: Malaikat, malaikat, utusan, suruhan,
orang-orang suruhan, bentara, pesuruh, dan raja.
Malaikat dalam Tanakh
Istilah "malaikat" dalam Alkitab, .... ('malakh"), mendapatkan artinya hanya ketika
disebutkan bersama-sama dengan pengutusnya, yaitu YHWH sendiri, seperti misalnya dalam
"malaikat YHWH," atau "malaikat Elohim" (Zakharia 12:8). Sebutan lainnya yang juga
digunakan adalah "anak-anak Elohim", (Kejadian 6:4; Ayub 1:6).
Malaikat disebut sebagai "penjaga" (Daniel 4:13). Mereka disebut sebagai "tentara langit"
(Kitab Ulangan 17:3) atau bala tentara "Elohim" (Yosua 5:14). "Bala tentara," ..... Zebaot
dalam gelar Yahuwah Zebaot, Elohim dari bala tentara surgawi, mungkin dihubungkan dengan
para malaikat. "Bala tentara" ini dihubungkan pula dengan bintang-bintang, karena bintang-
bintang dianggap terkait erat dengan para malaikat. Namun, YHWH membedakan diri-Nya dari
para malaikat, dan karena itu orang-orang Ibrani dilarang Musa menyembah "bala tentara surga".
Sebelum munculnya monoteisme di Israel, gagasan tentang malaikat ditemukan dalam
Mal'akh Yahuwah, malaikat YHWH, atau Mal'akh Elohim. Mal'akh Yahweh adalah penampakan
atau perwujudan Yahuwah dalam bentuk manusia. Istilah Mal'akh Yahuwah digunakan secara
berganti-ganti dengan Yahuwah (bandingkan Keluaran 3:2, dengan 3:4; 13:21 dengan 14:19).
Mereka yang melihat Mal'akh Yahuwah mengatakan bahwa mereka telah melihat Elohim
(Kejadian 32:30; Hakim-hakim 13:22). Mal'akh Yahuwah (atau Elohim) menampakkan diri
kepada Abraham, Hagar, Musa, Gideon, &c., dan memimpin bangsa Israel dalam tiang awan
(Keluaran 3:2). Penyamaan Mal'akh Yahuwah dengan Logos, atau Pribadi kedua dari Tritunggal,
tidak ditunjukkan melalui acuan kepada kitab suci Ibrani, tetapi gagasan tentang
pengidentifikasian Yang Ada dengan Elohim, namun yang dalam pengertian tertentu berbeda
daripada-Nya, menggambarkan kecenderungan pemikiran keagamaan Yahudi untuk
membedakan pribadi-pribadi di dalam keesaan Elohim. Orang Kristen berpendapat bahwa hal ini
merupakan gambaran pendahuluan dari doktrin tentang Tritunggal, sementara orang Yahudi
Kabalis mengatakan bahwa hal ini kemudian berkembang menjadi pemikiran teologis dan
gambaran Kabbalah.
Setelah doktrin monoteisme dinyatakan secara resmi, dalam periode segera sebelum dan
pada masa Pembuangan (Ulangan 6:4-5 dan Yesaya 43:10), kita menemukan banyak gambaran
tentang malaikat dalam Kitab Yehezkiel. Nabi Yehezkiel, sebagai nabi di Pembuangan, mungkin
dipengaruhi oleh hierarkhi makhluk adikodrati di dalam agama Babel, dan mungkin oleh
angelologi Zoroastrianisme. (Namun tidak jelas bahwa doktrin Zoroastrianisme ini sudah
berkembang demikian awal). Yehezkiel 9 memberikan gambaran yang terinci mengenai kerub
(suatu jenis malaikat). Dalam salah satu penglihatannya Yehezkiel melihat 7 malaikat
melaksanakan penghakiman Elohim atas Yerusalem. Seperti dalam Kejadian, mereka
digambarkan sebagai "manusia"; mal'akh, karena "malaikat", tidak muncul dalam Kitab
Yehezkiel. Belakangan, dalam penglihatan Zakharia, malaikat memainkan peranan penting.
Mereka disebut kadang-kadang sebagai "manusia", kadang-kadang sebagai mal'akh, dan Mal'akh
Yahuwah tampaknya menduduki tempat utama di antara mereka (Zakharia 1:11).
Dalam masa pasca-Alkitab, bala tentara surgawi menjadi semakin terorganisasi
(barangkali bahkan sejak Zakharia [3:9, 4:10]; dan yang pasti dalam Daniel). Malaikat pun
menjadi beragam, sebagian malah juga mempunyai nama.
Malaikat jatuh
Pada mulanya semua malaikat diciptakan dalam kondisi baik, kudus dan tanpa cela (Yeh.
28:15). Namun ada sebagian malaikat yang telah jatuh yaitu memilih untuk memberontak
terhadap Elohim. Malaikat yang jatuh ini disebut sebagai setan, dan kemungkinan di antaranya
adalah Kerub (Yeh. 28:14).
C. Mengenal Penghuni Tujuh Tingkatan Langit
Isra Miraj merupakan peristiwa besar yang dialami oleh nabi Muhammad SAW. Wajib
hukumnya untuk Muslimin mengimani dan meyakini sebagai suatu kebenaran dari Allah SWT.
Pada peristiwa itu Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT, dan mendapat perintah
menjalankan salat 5 waktu sehari.
Dalam perjalanan bertemu Sang Pencipta, Rasullulah ditemani malaikat Jibril dengan
mengendarai Buraaq. Yaitu hewan putih panjang, berbadan besar melebihi keledai dan bersayap.
Sekali melangkah, Buraaq bisa menempuh perjalanan sejuah mata memandang dalam sekejap.
Rasullulah SAW melewati 7 langit dan bertemu dengan para penghuni di setiap
tingkatan. Kabar ini dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan imam
Muslim dari Anas bin Malik.
1. Ketika mencapai langit tingkat pertama, Rasullulah SAW bertemu
dengan manusia sekaligus wali Allah SWT pertama di muka bumi,
Nabi Adam AS. Saat bertemu nabi Adam, Rasullulah sempat
bertegur sapa sebelum akhirnya meninggalkan dan melanjutkan
perjalanannya.
Nabi Adam membekali rasullulah dengan doa, supaya rasullulah
SAW selalu diberi kebaikan pada setiap urusan yang dihadapinya.
Sambil mengucapkan salam, rasullulah meninggalkan langit
pertama untuk menuju langit kedua.
2. Sesampainya di langit kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu
dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Seperti halnya di langit pertama,
rasullulah disapa dengan ramah oleh kedua nabi pendahulunya.
Sewaktu akan meninggalkan langit kedua, Nabi Isa dan Yahya juga
mendoakan kebaikan kepada rasullulah. Kemudian rasullulah
bersama Malaikat Jibril terbang lagi menuju langit ketiga.
3. Tidak disangka, di langit ketiga, rasullulah bertemu dengan Nabi
Yusuf, manusia tertampan yang pernah diciptakan Allah SWT di
bumi. Dalam pertemuannya, Nabi Yusuf memberikan sebagian dari
ketampanan wajahnya kepada Nabi Muhammad. Dan juga di akhir
pertemuannya, Nabi Yusuf memberikan doa kebaikan kepada nabi
terakhir itu.
4. Setelah berpisah dengan Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi
Muhammad melanjutkan perjalanan dan sampailah dia ke langit
keempat. Pada tingkatan ini, rasullulah bertemu Nabi Idris. Yaitu
manusia pertama yang mengenal tulisan, dan nabi yang berdakwah
kepada bani Qabil dan Memphis di Mesir untuk beriman kepada
Allah SWT.
Seperti pertemuan dengan nabi-nabi sebelumnya, Nabi Idris
memberikan doa kepada Nabi Muhammad supaya diberi kebaikan
pada setiap urusan yang dilakukannya.
5. Sesampainya di langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu
dengan Nabi Harun. Yaitu nabi yang mendampingi saudaranya,
Nabi Musa berdakwah mengajak Raja Firaun yang menyebut
dirinya tuhan dan kaum Bani Israil untuk beriman kepada Allah SWT.
Harun terkenal sebagai nabi yang memiliki kepandaian berbicara
dan meyakinkan orang. Di langit kelima, Nabi Harun mendoakan
Nabi Muhammad senantiasa selalu mendapat kebaikan pada setiap
perbuatannya. Setelah bertemu, kemudian Nabi Muhammad
melanjutkan perjalanannya ke langit keenam.
6. Pada langit keenam, Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril bertemu
dengan Nabi Musa. Yaitu nabi yang memiliki jasa besar dalam
membebaskan Bani Israil dari perbudakan dan menuntunnya
menuju kebenaran Illahi. Nabi Musa juga terkenal dengan sifatnya
yang penyabar dan penyayang selama menghadapi kolot dan
bebalnya perilaku Bani Israil.
Selama bertemu dengan Muhammad, Nabi Musa menyambut
layaknya kedua sahabat lama yang tidak pernah bertemu. Penuh
kehangatan dan keakraban. Sebelum Nabi Muhammad pamit
meninggalkan langit keenam, Nabi Musa melepasnya dengan doa
kebaikan.
7. Tibalah Nabi Muhammad ke langit ketujuh. Di langit ini, Nabi
Muhammad bertemu dengan sahabat Allah SWT, bapaknya para
nabi, Ibrahim AS.
Sewaktu bertemu, Nabi Ibrahim sedang menyandarkan
punggungnya ke Baitul Mamuur, yaitu suatu tempat yang
disediakan Allah SWT kepada para malaikatnya. Setiap harinya,
tidak kurang dari 70 ribu malaikat masuk ke dalam.
Kemudian Nabi Ibrahim mengajak Muhammad untuk pergi ke
Sidratul Muntaha sebelum bertemu dengan Allah SWT untuk
menerima perintah wajib salat. Sidratul Muntaha merupakan
sebuah pohon yang menandai akhir dari batas langit ke tujuh.
Masih dalam hadits yang sama, rasullulah SAW menceritakan
bentuk fisik dari Sidratul Muntaha, yaitu berdaun lebar seperti
telinga gajah dan buahnya yang menyerupai tempayan besar.
Namun ciri fisik Sidratul Muntaha berubah ketika Allah SWT
datang. Bahkan Nabi Muhammad sendiri tidak bisa berkata-kata
menggambarkan keindahan pohon Sidratul Muntaha. Pada
kepecayaan agama lain, Sidratul Muntaha juga diartikan sebagai
pohon kehidupan.
Di Sidratul Muntaha inilah Nabi Muhammad berdialog dengan
Allah SWT, untuk menerima perintah wajib salat lima waktu dalam
sehari.
D. Mahluk yang Dimaksud oleh Malaikat
Dalam satu kajian penulis pernah mengajukan pertanyaan tentang siapa yang di maksud
oleh malaikat dalam Surat Al Baqarah ayat 30 :
“Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau?” Rabb-mu berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak
kamu ketahui.”
Pada waktu itu penulis belum mendapatkan jawaban yang diharapkan, namun sekarang
memahami kenapa bisa seperti itu? Sedikitnya pengetahuan mengenai masalah ini membuat
penulis menyadari akan adanya keterbatasan ilmu manusia. Dari berbagai literature yang coba
digali memang tidak banyak yang mendukung secara gamblang apa yang dimaksud oleh
malaikat tersebut.
Ada beberapa yang mencoba menafsirkan sejenis mahluk yang dimaskud oleh malikat
tersebut adalah sejenis Jin seperti yang ditafsirkan oleh Ibnu Abbas (ra) mengatakan:
“Allah menciptakan Jan dari nyala api…” Beliau juga mengatakan bahwa Jan adalah
golongan Jin laki-laki. Mereka memiliki jenis yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang
disebut dengan Nahabir; ada juga yang disebut Nahamir. Umat ini layaknya seperti manusia,
suka makan, minum, dan berketurunan. Di antara mereka ada yang Mu.min dan ada juga yang
Kafir. Dan nenek moyang mereka adalah Iblis yang dikutuk oleh Allah.
Diriwayatkan bahwa Allah menjadikan malaikat sebagai penghuni langit dan menjadikan
Jan sebagai penghuni bumi. Setelah binatang liar dan burung mengadukan perbuatan Jin dan Bin,
Allah menciptakan Jan, sebagaimana telah diceritakan. Setelah Allah menciptakan Jan, maka Dia
menempatkan mereka di bumi. Setelah tinggal di bumi, mereka berperang dengan Bin. Jan
terlalu kuat bagi Bin hingga mereka mampu menghancurkan Bin sampai tidak ada satu pun yang
tersisa. Tinggallah Jan di bumi. Mereka menikah satu sama lain dan melahirkan keturunan
sampai bumi ini penuh.
Manusia tidak diciptakan di bumi, tapi manusia dijadikan khalifah di bumi. Sebagai
pengganti tentunya ada yang diganti, alias Adam bukan makhluk pertama di bumi, dan Allah
tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu
abu Jan dan banul Jan,mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Sedangkan dari sudut pandang kajian Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan,
memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka nyaris seperti manusia, tetapi memilki
karakteristik yang sangat primitif dan tidak berbudaya.
Kelompok makhluk ini kemudian dinamakan oleh para arkeolog sebagai Neanderthal.
Sebagai contoh Pithecanthropus Erectus memiliki volume otak sekitar 900 cc, sementara
Homo sapiens memiliki volume otak diatas 1000 cc (otak kera maksimal sebesar 600 cc). Maka
dari itu bisa diambil kesimpulan bahwa semenjak 20,000 tahun yang lalu, telah ada susuk
makhluk yang memiliki kemampuan akal yang mendekati kemampuan berfikir manusia pada
zaman sebelum kedatangan Adam.
Adapun kajian dari tanah Persia beberapa golongan kaum Shufi dan kaum Syi.ah
Imamiyah berpendapat :
Al-Alusi, pengarang tafsir Ruhul Ma.ani mengatakan bahwa di dalam kitab Tami.ul
Akbar dari orang Syi.ah Imamiyah, pasal 15, ada tersebut bahwa sebelum Allah menjadikan
Adam nenek kita, telah ada 30 Adam.
Jarak di antara satu Adam dengan Adam yang lain 1.000 tahun, setelah Adam yang 30
itu, 50.000 tahun lamanya dunia rusak binasa, kemudian ramai lagi 50.000 tahun barulah
dijadikan Allah nenek kita Adam.
Ibnu Buwaihi meriwayatkan di dalam Kitab at Tauhid, riwayat dari Imam Ja.far as-
Shadiq dalam satu hadits yang panjang, dia berkata : “Barangkali kamu sangka bahwa Allah
tidak menjadikan manusia (basyar) selain kamu. Bahkan, demi Allah! Dia telah menjadikan
1.000 Adam (Alfu Alfi Adama), dan kamulah yang terakhir dari Adam-adam itu !”
Berkata al-Haitsam pada syarahnya yang besar atas Kitab Nahjul Balaghah: “Dan
dinukilkan dari Muhammad al-Baqir bahwa dia berkata : Telah habis sebelum Adam yang Bapak
kita 1.000 Adam atau lebih. “Ini semua adalah pendapat dari kalangan Imam- imam Syiah
sendiri : Ja.far as-Shadiq dan Muhammad al-Baqir, dua di antara 12 imam Syi.ah Imamiyah.
Kalangan kaum Shufi pun mempunyai pendapat demikian as Syaikh al-Akbar Tbnu
Arabi berkata dalam kitabnya yang terkenal alFutuhat al-Makkiyah, bahwa 40.000 tahun
sebelum Adam sudah ada Adam yang lain.
Malahan untuk menjadi catatan, Imam Ja.far as-Shadiq menyatakan bahwa di samping
alam kita ini, Tuhan Allah telah menjadikan pula 12.000 alam, dan tiap-tiap alam itu lebih besar
daripada tujuh langit dan tujuh bumi kita ini.
Hal lkhwal yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan itu adalah universal sifatnya. Yaitu
menjadi kepunyaan manusia bersama. Apatah lagi sampai kepada saat sekarang ini dan
seterusnya, penyelidikan ilmiah tentang alam, tentang hidupnya manusia di dunia ini tidaklah
akan berhenti.
Kita patut menghargai berbagai usaha yang telah dilakukan oleh mereka yang mencoba
mendalami masalah ini. Barangkali diantara sahabat kompasianers ada yang berkenan berbagi
ilmu mangga dengan senang hati akan diterimanya.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda